Follow detikFinance
Selasa 31 Jan 2017, 16:45 WIB

Efek Kebijakan Trump, RI Masih Beruntung Ketimbang Malaysia

Yulida Medistiara - detikFinance
Efek Kebijakan Trump, RI Masih Beruntung Ketimbang Malaysia Foto: Tim Infografis, Mindra Purnomo
Jakarta - Indonesia dianggap masih beruntung bila Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merealisasikan kebijakannya yang mengarah kepada proteksionisme di bidang perdagangan. Singapura dan Malaysia dinilai akan terkena dampak lebih buruk.

Direktur Eksekutif Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI), Juda Agung menjelaskan, AS merupakan pangsa ekspor terbesar bagi China. Bila AS menutup pintu perdagangannya maka China menjadi sangat tertekan.

Tidak hanya itu, negara-negara yang selama ini ekspor ke AS namun harus melewati China akan terkena dampaknya. Negara tersebut di antaranya adalah Singapura dan Malaysia. Sementara posisi Indonesia tidak dalam rantai perdagangan antara China dan Amerika Serikat (AS).

"Dampak langsung kebijakan Trump ke perdagangan Indonesia nggak terlalu besar," ungkap Juda di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Senin (31/1/2017).

Juda menuturkan, ekspor Indonesia ke China lebih banyak digunakan untuk masyarakat di negara itu sendiri. Bila kemudian diolah dan diekspor kembali ke negara lain, porsi untuk AS tidak terlalu besar.

"Misalnya pembuatan Apple atau produk elektronik lain. Kita itu nggak masuk dalam global value chain-nya dari China sedangkan kayak Singapura dan Malaysia, banyak memproduksi barang antara yang kemudian barang jadinya di ekspor ke AS," jelas Juda.

Meski demikian, baik regulator maupun kalangan dunia usaha juga tetap harus mewaspadai segala kemungkinan yang terjadi. Ini karena kebijakan masih sebatas wacana, sehingga dianggap sebuah ketidakpastian.

"Kalau Indonesia ada dampaknya itu minimal lah," tegas Juda. (mkj/mkj)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed