Follow detikFinance
Selasa, 07 Feb 2017 14:23 WIB

6 BUMN Dapat Fasilitas Pembiayaan untuk Ekspor Gerbong Hingga Pesawat

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: dok. INKA Foto: dok. INKA
Jakarta - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank kembali mendapatkan mandat khusus dari pemerintah untuk membiayai ekspor yang sulit dilaksanakan dengan program National Interest Account (NIA). Ada sekira 6 BUMN yang telah masuk dalam pipeline pembiayaan NIA tahun ini.

Pelaksana Tugas Sementara (Plt) Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank Susiwijono Moegiarso menjelaskan, pembiayaan melalui program NIA tersebut untuk membantu para BUMN untuk masuk ke pasar non tradisional.

"Jadi yang belum pernah tersentuh serlama ini. Artinya pembiayaan yang tidak feasible, kami boleh biayai, bank-bank lain tidak bisa," tuturnya usai acara acara Investor Gathering Indonesia EximBank di Ritz Carlton, SCBD, Jakarta, Selasa (7/2/2017).

Susiwijono mencontohkan, pada tahun lalu PT Industri Kreta Api (INKA) mendapatkan tender pengadaan kereta penumpang sebanyak 150 gerbong ke Bangladesh. Ekspor gerbong kereta oleh INKA itu dibiayai oleh Indonesia Eximbank melalui program NIA.

"Jualan di Bangladesh tidak mungkin bisa dibiayai bank manapun, karena dia high risk country dan mungkin bunganya tidak akan masuk. Nah kita biayai, sudah dua kali INKA kirim," imbuhnya.

Untuk tahun ini Indonesia Eximbank mempersiapan dana alokasi untuk program NIA sebesar Rp 2 triliun. Dana tersebut untuk membiayai 6 BUMN yang telah masuk dalam pipenya, namun dia tidak memperinci nama-nama BUMN tersebut.

"Kalau menggunakan skema NIA ini prosesnya mulai dari pembina sektor Kementerian Perindustrian yang nanti menyurati Kementerian Keuangan. Rp 2 triliun itu dari PMN yang kita dapat Rp 3,2 triliun, sisanya untuk biayai yang lain," akunya.

Melansir dari data Indonesia Eximbank, keenam BUMN tersebut diantaranya PT INKA dengan negara tujuan Bangladesh dan Srilanka, PT Dirgantara Indonesia ke Senegal, Uni Emirate Arab, Thailand dan Nepal, lalu PT Pindad ke Asia Pasifik dan Afrika, PT PAL Indonesia ke Filipina, PT Len Railways System ke Bangladesh, serta PT Barata Indonesia ke Amerika Selatan. (mca/mca)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed