Follow detikFinance
Jumat 10 Feb 2017, 14:06 WIB

Jokowi Panggil 5 Menteri, Bahas Pertumbuhan Ekonomi 5,02% di 2016

Danu Damarjati - detikFinance
Jokowi Panggil 5 Menteri, Bahas Pertumbuhan Ekonomi 5,02% di 2016 Foto: Presiden Jokowi (dok. Biro Setpres)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil lima menteri ekonomi dipanggil ke Istana Negara, Jakarta. Jokowi mempertanyakan realisasi pertumbuhan ekonomi pada 2016 yang baru saja dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), yaitu sebesar 5,02%.

Hadir di antaranya adalah Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Airlangga Hartarto dan Menteri BUMN Rini Soemarno. Turut hadir juga Kepala Badan Koordinasi Penanam Modal (BKPM) Thomas Lembong.

Hasil 5,02% memang lebih rendah dari proyeksi awal pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2016 yang sebesar 5,2%. Meski demikian masih lebih baik dibandingkan dengan realisasi pada tahun sebelumnya.

"Presiden tadi mengajak kita berdiskusi, berdialog mengenai bagaimana, kan data pertumbuhan ekonomi kita belum lama keluar yang 5,02% untuk 1 tahun di 2016," ujar Darmin saat meninggalkan Istana Negara, Jakarta, Jumat (10/2/2017).

Diskusi juga berkembang tentang proyeksi 2017. Pada APBN 2017 dicantumkan asumsi pertumbuhan ekonomi 5,1% atau di bawah kecenderungan para analis dan lembaga internasional yang memproyeksi ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5,3%.

"Presiden mengatakan oke kalau 5,02% di 2016 itu, berapa sebenarnya yang bisa kita capai di 2017 dan apa yang harus dilakukan," paparnya.

Hal lain yang ikut dibahas adalah tentang investasi dan inflasi. Ada beberapa kebijakan pemerintah yang bisa mendorong inflasi lebih tinggi dari tahun lalu. Pemerintah mematok angka inflasi pada kisaran 4%.

"Kita bicarakan soal inflasi," imbuhnya.

Jokowi juga menyampaikan sektor industri bisa berkembang lebih pesat dari dua tahun terakhir. Seiring dengan paket kebijakan ekonomi yang sudah diluncurkan sangat banyak. Termasuk juga optimalisasi ekspor.

"Presiden meminta untuk dilihat betul market baru untuk ekspor. Bagaimanapun ekonomi negara-negara besar tujuan ekspor kita selama ini belum pulih kelihatannya sehingga kita harus mencari market baru," pungkasnya. (mkj/ang)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed