Daging Kerbau India Beku Rp 70 Ribu/Kg, Cair Rp 110 Ribu/Kg

Yulida Medistiara - detikFinance
Jumat, 24 Feb 2017 12:26 WIB
Foto: Yulida Medistiara/detikFinance
Jakarta - Pemerintah mengimpor daging kerbau dari India sebagai upaya untuk mengendalikan harga di pasaran akibat tingginya harga daging sapi lokal. Namun, harga daging kerbau impor dari India masih dijual di atas Rp 100.000/kg setelah dicairkan dan dibersihkan.

Misalnya di Pasar Jatinegara, daging kerbau India dijual Rp 110.000/kg dalam kondisi cair, yang sudah susut dan lemaknya sudah dibersihkan. Sedangkan daging kerbau impor India yang masih dalam kondisi beku dijual sekitar Rp 70.000/kg.

Salah satu pedagang, Daud, mengatakan daging kerbau India dijual Rp 105.000/kg-Rp 110.000/kg tergantung jumlah pembelian. Ia mengatakan, jika dibeli dalam jumlah banyak ia rela menjual Rp 105.000/kg seperti kepada katering, tetapi jika membelinya hanya dalam jumlah sedikit maka ia menjual Rp 110.000/kg.

"Daging impor kerbau India Rp 105.000/kg kalau beli dalam jumlah banyak misalnya, tadi pagi ada katering pesan 10 kg tapi kalau hanya beli sedikit atau sekilo saya jual Rp 110.000/kg," ujar Daud.

Daging kerbau beku di beli seharga Rp 100.000/kg dalam kondisi cair dan sudah dibersihkan. Kemudian, dijual lagi antara Rp 105.000/kg-Rp 110.000/kg ke konsumen.

Mayoritas konsumen daging kerbau adalah katering dan warteg. Konsumen rumah tangga jarang membeli daging kerbau. Selain itu, Daud hanya menjual daging kerbau jika ada pesanan.

Misalnya, ia menuturkan setiap seminggu ada 2 kali pesanan daging kerbau 20 kg dari pemilik katering. Mereka menginginkan daging yang lebih murah, sedangkan soal rasa dibandingkan daging sapi tidak jauh berbeda.

Pedagang lainnya Ace, menjual daging impor kerbau India Rp 110.000/kg. Daging tersebut telah ia bersihkan dan dicairkan dari sebelumnya beku dan banyak lemaknya karena ia mengaku sering mendapat komplain dari konsumen.

"Ini daging kerbau dari beku bisa susut, misalnya didiamkan saja lalu dagingnya diangkat kan ada bekas airnya itu karena susut. Lalu Rp 110.000/kg ini sudah kita bersihkan dari lemak. Kalau tidak nanti pelanggan saya ada yang komplain masih ada lemaknya dan keras," ujar Ace.

Ace mengatakan kualitas daging sapi lokal lebih bagus ketimbang kerbau India. Hal itu karena daging impor lebih cepat cair daripada daging lokal, lalu lebih cepat pucat.

Meski begitu, Daud tetap menjual daging dalam kondisi beku. Ia mematok harga sekitar Rp 70.000/kg untuk bagian daging panasar, tetapi menurutnya jarang ada pembeli yang membeli dalam kondisi beku.

"Daging beku Rp 65.000/kg atau Rp 70.000/kg panasarnya. Rp 100 ribuan itu yang sudah dibersihkan lemaknya dan dicairkan," kata Daud.

Pedagang lainnya, Hilal juga menjual dengan harga serupa yaitu daging kerbau India yang sudah dicairkan dan susut seharga Rp 110.000/kg. Sedangkan harga daging kerbau yang masih beku Rp 70.000/kg-Rp 80.000/kg tergantung bagiannya.

"Orang nyari daging impor kerbau India masih ada. seperti biasa Rp 110.000 yang cair dan dibersihkan karena kita jualnya kepada pesagang katering atau rumah makan karena dia mau sudah dalam keadaan bersih jadi langsung dimasak," ujar Hilal.

"Tapi kalau orang mau beli yang beku harga murah, tidak Rp 110.000/kg. Kita jual paling jual Rp 80.000/kg tergantung bagiannya juga ada yang lebih murah," imbuhnya.

Proses pembersihan dari lemak ini menurutnya lama, karena daging didiamkan seharian dari pukul 17.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB keesokan harinya. Baru setelah susut dan cair dibersihkan dari lemak.

"Dilembekin dulu, dicairkan seharian. Kalau langsung dibongkar gitu tidak bisa, beku, habis itu dibersihkan dari lemak," ujarnya. (hns/hns)