googletag.defineSlot('/4905536/detik_desktop/finance/pop_ups', [785, 440], 'div-gpt-ad-1574092191519-0').addService(googletag.pubads());
ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 03 Mar 2017 22:08 WIB

Banjir di Brebes, Ini Jurus Kementan Agar Harga Bawang Tak Naik

Yulida Medistiara - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Daerah ladang bawang merah di Brebes, Jawa Tengah mengalami kebanjiran. Sekitar 2.000 ton bawang merah terancam gagal panen.

Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Spudnik Sujono, mengatakan pemerintah telah menerima laporan banjir itu. Selanjutnya petani bawang di Brebes akan diberi bantuan benih supaya mau menanam bawang kembali untuk menjaga produksi bawang.

"Saya turunkan tim di sana. Itu betul terjadinya tapi kemungkinan ada lahan banjir. Saya sudah ambil langkah-langkah untuk memberikan bantuan benih," ujar Spudnik, ketika dihubungi detikFinance, Jumat (3/3/2017).

Baca juga: Brebes Banjir, Awas Harga Bawang Merah Naik

Ia belum bisa menyebutkan berapa benih yang akan dikirimkan untuk petani bawang di Brebes. Ia menyebut jumlah benih yang akan digelontorkan masih dalam proses penghitungan.

"Bantuan benihnya nanti akan ada konsolidasikan berapa mampunya. Anggaran kan terdistribusi kalau ada bantuan itu kan harus ada proses relokasi. APBN itu kan ada administrasi yang diikuti, tapi pemerintah menyikapi ya," ujarnya.

Meskipun terdapat gangguan suplai bawang merah dari Brebes, ia mengaku masih ada pasokan dari daerah lain. Misalnya dari Solok, Sumatera Barat dan Bima, NTB.

"Area bawang itu bukan hanya Brebes saja. Pertanaman saya sudah perhitungkan harus manajemen tanam, di beberapa daerah tidak terjadi seperti di Brebes. Memang tentunya ada penanaman bantuan, tapi secara keseluruhan tidak terganggu," kata Spudnik.

Baca juga: Brebes Banjir, Pemerintah Harus Antisipasi Harga Bawang Merah Naik

Ia mengatakan bahkan produksi dari Bima hampir sama dengan Brebes. Dengan begitu menurutnya tidak usah khawatir karena stok bawang merah masih ada.

"Kita kembangkan di Solok, lalu di Bima NTB itu daerah sentra bawang itu, Nganjuk juga banyak. Bima juga lebih besar, tidak dominan Brebes. Memang historisnya terbesar Brebes tapi sekarang Bima luasnya hampir sama," ujarnya.

"Insya Allah bawang itu suplai cukup nah daerah tadi sudah kontribusi dengan manajemen kita," imbuhnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com