Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 04 Mar 2017 14:15 WIB

Kementan Gandeng Bareskrim Ungkap Rawit Merah Mahal, Ini Alasannya

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Bareskrim Mabes Polri mengungkap praktik permainan harga yang membuat cabai rawit merah mahal. Terlibatnya Bareskrim dalam masalah harga cabai ini lantaran pemerintah melihat ada sesuatu yang tidak wajar.

Salah satunya karena harga cabai rawit merah justru lebih mahal dibandingkan daging sapi. Saat ini daging sapi dibanderol Rp 120.000/kilogram (kg), sedangkan cabai rawit merah Rp 130.000/kg, Rp 140.000/kg hingga tembus Rp 160.000/kg.

Selain itu, menurut Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Spudnik Sujono, selama safari ke seluruh sentra produksi cabai rawit merah ditemukan produksi yang melimpah dan cukup memenuhi kebutuhan.

Baca juga: Terungkap! Permainan yang Bikin Cabai Rawit Merah Mahal

"Saya kan sudah keliling safari di Pulau Jawa didaerah sentra produksi, Magelang, Temanggung, Blitar, Tuban sampai Banyuwangi itu banyak pertanamannya, Jawa itu banyak," ujar Spudnik kepada detikFinance, di Jakarta, Sabtu (4/3/2017)

Kondisi inilah yang membuat pemerintah menggandeng Bareskrim Polri ikut terlibat mengungkap masalah ini.

"Ini sudah di luar jangkauan, ya lihat saja pengaruhnya," kata Spudnik.

Baca juga: Ini Modus Permainan Pengepul yang Bikin Cabai Rawit Merah Selangit

Hasil penyelidikan Bareskrim mengungkap ada permainan harga cabai rawit merah di tingkat pengepul. Para pengepul mengurangi pasokan cabai ke pasar induk dan mengalihkannya ke perusahaan. Alasannya, perusahaan mampu membayar lebih tinggi ketimbang pedagang di pasar induk.

Menurut penuturan Yanto, bandar cabai di Pasar Induk Kramat Jati, perusahaan mau membayar lebih tinggi dbandingkan tawaran pedagang di pasar induk.

"Perusahaan itu biasanya ngasih harga Rp 20.000-Rp 30.000 lebih tinggi dari pedagang besar, kita hanya berani bayar Rp 120.000 per kg," ungkap Yanto.

Baca juga: Bandar Cabai Blak-blakan Soal Permainan Harga Rawit Merah

Spudnik menambahkan, kasus cabai rawit merah ini diserahkan sepenuhnya ke Bareskirm untuk ditelusuri.

"Jadi itu memang hasil penyelidikan Polri, itu kan data Kepolisian bukan di saya, Bareskrim mantau di mana tidak sehatnya nih, pelanggarannya di mana." tambahnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed