Follow detikFinance
Senin 20 Mar 2017, 18:52 WIB

Begini Cara Luhut Agar Terminal Teluk Lamong di Surabaya Efisien

Imam Wahyudiyanta - detikFinance
Begini Cara Luhut Agar Terminal Teluk Lamong di Surabaya Efisien Foto: Imam Wahyudiyanta/detikcom
Surabaya - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Panjaitan, mendukung upaya Terminal Teluk Lamong mengubah konsep green port menjadi semi green port. Efisiensi adalah alasannya.

Adapun Terminal Teluk Lamong adalah milik PT Pelindo III.

"Green port itu sepertinya terlalu ke depan buat kita. Inginnya efisien tetapi malah kurang efisien," ujar Luhut saat berkunjung ke Terminal Teluk Lamong, Surabaya, Senin (20/3/2017).

Menko Luhut di Terminal Teluk LamongMenko Luhut di Terminal Teluk Lamong Foto: Imam Wahyudiyanta/detikcom

Luhut mengakui, green port sangatlah bagus. Truk yang bisa masuk hanyalah truk yang berbahan gas sehingga tak ada polusi di dalamnya. Namun bahan bakar gas justru menjadi masalah. Tak banyak truk yang berbahan bakar gas sehingga pergerakan bongkar muat kurang dinamis.

"Kita bicara efisiensi dan produktivitas agar kerja terintegrasi. Dwell time sudah di bawah tiga hari, namun cost masih tinggi," kata Luhut.

Biaya yang masih tinggi itulah yang coba diubah oleh Terminal Teluk Lamong dengan mengizinkan truk berbahan bakar fosil (BBM) untuk masuk. Dengan masuknya truk berbahan bakar BBM diharapkan bisa lebih meramaikan terminal paling baru di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak ini.

Menko Luhut di Terminal Teluk LamongMenko Luhut di Terminal Teluk Lamong Foto: Imam Wahyudiyanta/detikcom

Direktur Teknik Terminal Teluk Lamong, Robby Dayoh, mengatakan, meski truk berbahan bakar BBM boleh masuk namun tetap harus ada ketentuan atau aturan yang harus diikuti. Truk tersebut harus berbahan bakar BBM Euro 4 yang rendah polusi.

"Tidak lagi harus berbahan bakar gas yang bisa masuk sini, tapi kami bisa mix dengan yang berbahan bakar solar. Tapi truk-truk itu harus kami registrasi dulu, harus emisi gas buangnya Euro 4," kata Robby.

Menurut Robby, hingga saat ini sudah ada 5 ribu truk yang sudah teregistrasi. Dan jumlah itu masih bisa terus bertambah karena sistem registrasi masih berjalan.

"Truk yang masuk kami catat dan datanya masuk dalam sistem kami," tandas Robby.

Menko Luhut di Terminal Teluk LamongMenko Luhut di Terminal Teluk Lamong Foto: Imam Wahyudiyanta/detikcom

Sejak awal berdirinya, Terminal Teluk Lamong memang menerapkan sistem truk yang tak berbahan bakar gas tak boleh masuk hingga ke dermaga. Truk yang berbahan bakar BBM hanya boleh masuk hingga ke interchange area.

Di situ truk BBM membongkar muatannya yang kemudian dibawa oleh truk berbahan bakar CNG (gas) milik Terminal Teluk Lamong masuk ke dermaga. (iwd/hns)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed