Follow detikFinance
Senin 10 Apr 2017, 19:48 WIB

Satu Lahan Diklaim Banyak Pihak, Proyek Kereta Bandara Tersendat

Muhammad Idris - detikFinance
Satu Lahan Diklaim Banyak Pihak, Proyek Kereta Bandara Tersendat Foto: Muhammad Idris - detikFinance
Jakarta - Pembangunan kereta Bandara Soekarno-Hatta masih terkendala lahan. Saat ini ada 32 bidang tanah dari Stasiun Batu Ceper sampai Stasiun Kereta Bandara yang masih proses di Pengadilan Negeri Tangerang.

Lahan yang belum dibebaskan tersebut sebagian besar karena masalah sengketa lahan.

"Masalahnya ini karena tanahnya yang ngaku ini banyak, ada dua pihak yang mengklaim, kalau masalah harga itu sudah selesai. Jadi terpaksa uangnya dititipkan ke pengadilan alias konsinyasi," kata Zulkifli, Kasi Pembangunan Kelurahan Belendung, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Senin (10/4/2017).

Dia menuturkan, saat ini masih ada 2 bidang lahan proyek kereta bandara yang uang ganti ruginya dititipkan di pengadilan di wilayahnya.

"Kalau di kita dari 77 bidang lahan sudah bebas semua, kecuali 2 ini. Masalahnya karena sengketa lahan saja, kalau harga sudah sesuai semua," ujar Zulkifli.

Salah seorang warga Belendung, Tek Lin, membenarkan masalah sengketa lahan membuat bidang tanah belum juga bisa dibebaskan. Dirinya dan sejumlah warga lain pun saat ini sudah dibeli tanahnya oleh PT KAI. Hanya seorang tetangganya, yakni keturunan dari Ouw Sun Un yang lahannya berada persis di depan rumahnya.

"Ini kan tanah punya keluarga Ouw Sun Un ada pihaknya yang bersengketa. Jadi memang belum bisa selesai. Kalau saya sendiri sudah dapat uangnya meski keberatan dengan harganya," ucap Tek Lin sambil menunjuk tanah seluas setengah lapangan bola di depan beranda rumahnya. Rumah keluarga Ouw Sun Un sendiri terlihat kosong ketika disambangi.

Sementara itu, di wilayah lainnya yakni Kelurahan Batujaya, Kecamatan Batu Ceper, Kota Tangerang yang wilayahnya dilewati proyek kereta bandara juga ditemukan beberapa lahan yang belum dibebaskan, alasannya sama yakni bidang tanah yang masih disengketakan.

"Di kita ada 5 bidang dari puluhan bidang yang belum bebas. Masalahnya karena tanahnya itu diklaim banyak pihak. Jadi terpaksa dikonsinyasikan ke pengadilan. Jadi bukan karena masalah harga yang tidak cocok, tapi karena sengketa sesama ahli waris, keluarga, atau dengan pihak lain," ungkap Lurah Batujaya, Jamaludin.

Seperti diketahui, proyek Kereta Bandara Soekarno-Hatta membentang sejauh 36 kilometer dari Stasiun Manggarai hingga Cengkareng. Sebagian besar lahan tersebut menggunakan jalur kereta api yang sudah ada, namun dari Stasiun Batu Ceper hingga ke bandara memerlukan banyak pembebasan tanah. Tanah bidang yang dibebaskan tersebut antara lain sawah, pemukiman, pabrik, sampai kuburan. (idr/dna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed