Follow detikFinance
Selasa 18 Apr 2017, 07:24 WIB

Jokowi Ingin Ibu Kota di Luar Jawa, Palangka Raya Berbenah

Hans Henricus BS Aron - detikFinance
Jokowi Ingin Ibu Kota di Luar Jawa, Palangka Raya Berbenah Foto: Muhammad Iqbal/detikcom
Jakarta - Presiden Jokowi ingin ibu kota pindah ke luar Jawa. Salah satu lokasi yang dibidik berada di kawasan Palangka Raya, ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng telah menyiapkan lahan untuk ibu kota baru seluas 500 ribu hektar (ha). Lokasinya berada di wilayah Palangka Raya, dan diapit Kabupaten Katingan serta Kabupaten Gunung Mas.

Menurut Plt Sekda Pemprov Kalteng, Syahrin Daulay, telah dimulai pemetaan infrastruktur untuk mendukung ibu kota baru. Pertama, ada jalan nasional yang menghubungkan Palangka Raya dengan lokasi ibu kota baru.

Baca juga: Ini Dia Lokasi Ibu Kota Baru di Palangka Raya Seluas 500 Ribu Ha

"Jalan yang sekarang, kalau kita dari Palangka Raya arah ke barat sekitar 30-40 kilometer (km), baru ke utara, sudah ada jalan nasional," kata Syahrin kepada detikFinance, Senin (17/4/2017).

Dia menambahkan, Pemprov Kalteng akan membangun jalan baru jika pemerintah jadi memilih lokasi tersebut menjadi kawasan ibu kota baru. Kedua, Bandara Tjilik Riwut untuk mendukung fasilitas transportasi udara.

Rencananya, Bandara Tjilik Riwut akan dilengkapi dengan apron, taxi way, dan runway atau landasan baru. Pengembangan bandara ini ditangani Kementerian Perhubungan.

Baca juga: Palangka Raya Masuk Radar Calon Ibu Kota Baru RI

Ketiga, sudah dibuat desain Kereta Api Trans Kalimantan. Jalur yang akan dibangun melewati beberapa Ibu kota Provinsi di Kalimantan, seperti Palangka Raya-Banjarmasin-Samarinda-Tanjung Selor.

"Kita sudah membuat grand design trase kereta api se-Kalimantan. Desain transportasi sudah ada," kata Syahrin.

Keempat, energi listrik dan air minum di lokasi ibu kota baru akan bersumber dari sungai-sungai di wilayah Kalimantan Tengah. Salah satunya Sungai Kahayan yang tak jauh dari Palangka Raya.

Selain itu, pasokan listrik juga bisa diandalkan dengan bahan bakar batu bara.

"Kita memiliki sungai yang besar. Seperti di dekat lokasi ibu kota (Palangka Raya) ada Sungai Kahayan yang lebarnya 600 meter, dan sungai-sungai yang lebarnya 300-an meter. Kita juga memiliki batu bara. Jadi, lengkap semuanya di sini," terang Syahrin.

Yang jelas, semua infrastruktur ini akan dievaluasi kembali jika pemerintah resmi menetapkan lokasi di Kalteng itu menjadi ibu kota baru.

"Kalau memang betul-betul jadi dari pemerintah, tentunya akan kita evaluasi apakah semuanya sudah cukup," pungkas Syahrin.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Palangka Raya, Mofit Saptono, mengatakan lahan 500 ribu ha yang akan menjadi lokasi ibu kota baru lebih banyak masuk ke wilayah Palangka Raya.

"Wilayah administrasi Kota Palangka Raya sudah kita siapkan di wilayah itu. Lebih banyak masuk di wilayah Palangka Raya. Perkiraan jarak dari Kota Palangka Raya sekitar 60 kilometer," terang Mofit.


(hns/wdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed