Follow detikFinance
Selasa 18 Apr 2017, 15:44 WIB

'Kota di Tengah Laut' Hilang, Muncul Modus Baru Pencurian Ikan

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Kota di Tengah Laut Hilang, Muncul Modus Baru Pencurian Ikan Foto: Humas Bakamla RI
Jakarta - Usaha Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti memberantas illegal fishing dengan melarang praktik bongkar muat hasil tangkapan ikan di tengah laut telah membuahkan hasil.

Diketahui, kini aktivitas 'kota di tengah laut' yang sempat ada pada wilayah peraiaran Timur Indonesia tak lagi ditemukan sejak adanya kebijakan pemerintah melarang semua aktivitas transhipment dan penangkapan ikan oleh kapal asing.

Aktivitas 'kota di tengah laut' ini sempat marak terjadi di kawasan laut Merauke termasuk Laut Arafura, Papua. Mayoritas praktik illegal fishing di Merauke dilakukan dengan cara transhipment atau bongkar muat ikan di tengah laut.

Kapal penangkap ikan dari perusahaan tertentu langsung mengirimkan hasil tangkapan ikan ke tramper atau kapal angkut besar yang menunggu di garis perbatasan. Ikan lalu diangkut tanpa didaratkan dan dicatat terlebih dahulu di pelabuhan muat.

"Sekarang sudah enggak ada. Sudah enggak ada lagi karena kita dari Utara sudah dijaga," kata Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP, Eko Djalmo saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (18/4/2017).

Menurutnya, usaha pemerintah dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) pemberantasan Illegal, Unreported and Unregulated Fishing (IUUF) yang diputuskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tanggal 19 Oktober 2015 melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2015 merupakan tonggak pemberantasan penangkapan ikan secara ilegal atau disebut juga illegal fishing.

"Kapal kan masuk dari Utara, seperti China, Vietnam dari sana. Filipina dari Morotai dan Bitung, Cina dari Halmahera. Sekarang kita sudah taruh 35 kapal di sana. Kita bagi habis di sana jaga. Tiap mau masuk, sudah terhalang," tambahnya.

Namun kini ia mengatakan praktik pencurian kembali menggunakan modus yang berbeda, dengan memasang rumpon-rumpon liar di tengah laut.

Rumpon merupakan salah satu jenis alat bantu penangkapan ikan yang dipasang di laut, yang akan menarik gerombolan ikan agar berkumpul di sekitar rumpon, sehingga ikan mudah untuk ditangkap.

Rumpon ini disinyalir merupakan milik penangkap ikan ilegal yang bekerja sama kerja sama dengan Pemda setempat sehingga membuat pemasangan rumpon liar ini bisa sampai terjadi.

"Kalau kapal enggak ada lagi. Sekarang sudah ganti jadi rumpon liar. Rumpon ini yang kita bongkar saat ini. Mungkin mereka kerja sama dengan Pemda atau bagaimana," tutur Edi.

"Sekarang, kalau ada kapal UAV, kita kan bisa lihat rumpon ini di mana, baru kita tangkap," pungkasnya. (ang/ang)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed