Follow detikFinance
Rabu 19 Apr 2017, 12:43 WIB

Menhub Akui Biaya di Pelabuhan RI Lebih Mahal dari Negara Tetangga

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Menhub Akui Biaya di Pelabuhan RI Lebih Mahal dari Negara Tetangga Foto: Fadhly Fauzi Rachman
Jakarta - Pemerintah berencana memangkas biaya-biaya pelabuhan agar efisien. Pemerintah mengaku, biaya di pelabuhan dalam negeri lebih tinggi dari pelabuhan di negara tetangga.

"Bahwasanya biaya pelabuhan kita itu dianggap tinggi dibanding pelabuhan di dekat Indonesia ini. Oleh karenanya, kita akan mengevaluasi biaya pelabuhan yang terdiri dari beberapa tempat," kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, kepada detikFinance, Jakarta, Rabu (19/4/2017).

Budi Karya mengatakan, salah satu yang dilihat pemerintah adalah kondisi pembiayaan di pelabuhan komersial, seperti Pelabuhan Tanjung Priok. Contohnya seperti masalah pengenaan biaya operasional kapal pandu dan kapal tunda yang dinilai mahal.

Baca juga: Setelah Dwell Time, Luhut: Sekarang Pangkas Biaya di Pelabuhan

"Kami akan mengevaluasi, apakah benar biaya pandu dan tunda di Priok atau di pelabuhan-pelabuhan kita mahal. Saya sedang evaluasi," katanya.

Lebih lanjut Budi juga mengaku, pemerintah berencana menurunkan tarif kapal-kapal besar yang akan masuk ke pelabuhan. Supaya dapat menarik minat kapal-kapal besar untuk bersandar di pelabuhan Indonesia.

"Yang pasti akan kita turunkan adalah tarif dari kapal-kapal yang besar, itu akan kita turunkan, tidak berbanding lurus dengan jumlah kontainer. Tetapi tuang dan waktu yang digunakan oleh kapal-kapal tersebut, sehingga tingkat efisiensi itu bisa didapat," kata Budi Karya. (wdl/wdl)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed