Follow detikFinance
Kamis 20 Apr 2017, 12:20 WIB

Canda Sri Mulyani: Saya Mau Kirim CV ke Donald Trump

Maikel Jefriando - detikFinance
Canda Sri Mulyani: Saya Mau Kirim CV ke Donald Trump Foto: Dok. Kemenkeu
Washington - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menjadi sosok yang sangat ditunggu dalam seminar. Tidak hanya oleh orang Indonesia saja, namun kalangan investor asing.

Sri Mulyani dikenal sangat bisa menarik perhatian siapapun yang hadir di lokasi tersebut. Bukan cuma dalam hal materi inti yang disampaikan, melainkan juga cara Ia bercanda.

Hal ini terlihat ketika Sri Mulyani menjadi pembicara dalam acara yang diselenggarakan oleh The United Stated-Indonesia Society (USINDO) dengan tema Steering Through The Global Headwind, Unlocking The Domestic Potentials.

Dalam pidatonya, Sri Mulyani memaparkan ekonomi Indonesia di depan para investor asal AS. Sri Mulyani menjelaskan, upaya pemerintah sangat berat di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Selepas taper tantrum yang menghadang banyak negara, seperti Indonesia pada 2013 silam. Selanjutnya Inggris keluar dari Uni Eropa atau dikenal dengan nama Brexit, devaluasi mata uang China hingga volatilitas pasar keuangan pasca terpilihnya Presiden AS Donald Trump.

Pada sisi lain, harga komoditas yang anjlok membuat banyak negara berkembang penghasil komoditas terkena dampak cukup serius. Bahkan hingga terjun ke level resesi. Indonesia, untungnya bisa bisa tetap bertahan dan tumbuh positif.

Langkah yang ditempuh pemerintah adalah dengan membuat kebijakan yang terukur. Dari menciptakan fundamental ekonomi yang kuat, reformasi fiskal, pengelolaan utang dan menjaga defisit anggaran tetap pada batas yang baik terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Jadi dengan semua ini saya mau mengirimkan CV ke Presiden Trump," kata Sri Mulyani yang disambut tawa pada investor yang hadir, Kamis (20/4/2017). "Itu kan bisa menjadi bab baru dalam hidup saya," lanjutnya bercanda.

Baca juga: Sri Mulyani Pamer Ekonomi RI di Depan Investor AS

Sri Mulyani melanjutkan, hal lain yang sukses dilakukan pemerintah adalah dengan menurunkan defisit transaksi berjalan pada level yang aman, yakni 2% terhadap PDB. Inflasi juga sukses dijaga pada posisi sekitar 3% atau lebih rendah sejak 1999, ketika ada krisis moneter.

Hal lain yang juga mengundang tawa investor adalah ketika Sri Mulyani memaparkan kesuksesan pemerintah menciptakan kemudahan usaha, di mana tergambar dalam kenaikan Ease of Doing Business (EODB) sebesar 15 peringkat ke posisi 91.

Sri Mulyani menerangkan, EODB memang berasal dari Bank Dunia. Ini bukan berarti ada konflik kepentingan, karena Sri Mulyani yang sebelumnya sebagai Managing Director Bank Dunia yang kemudian masuk ke jajaran pemerintah Indonesia.

"Saya bisa pastikan kepada anda, bahwa lompatan peringkat itu bukan karena saya kembali ke Indonesia. Saya bisa pastikan itu tidak ada konflik kepentingan," kata Sri Mulyani yang kembali mengundang tawa investor. (mkj/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed