Follow detikFinance
Jumat 21 Apr 2017, 13:07 WIB

Ada 52.757 Pembayar Baru, Rasio Pajak Cuma Akan Naik Tipis

Hendra Kusuma - detikFinance
Ada 52.757 Pembayar Baru, Rasio Pajak Cuma Akan Naik Tipis Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Direktur Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan dinilai akan kesulitan dalam merealisasikan target tax ratio atau rasio pajak di 2019 yang sebesar 16%. Saat ini, rasio pajak di Indonesia berada dikisaran 10-11%.

Sulitnya pemerintah dalam meningkatkan rasio pajak di Indonesia dikarenakan tambahan wajib pajak (WP) baru dari program tax amnesty masih terbilang kecil.

Sejak berakhirnya program pengampunan pajak per 31 Maret 2017. Tercatat tambahan 52.757 WP baru dari total peserta 972.530 WP.

"Ini tidak signifikan pengaruhi target tax ratio," kata Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), Yustinus Prastowo saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Jumat (21/4/2017).

Baca juga: Kekecewaan di Balik Tax Amnesty yang Disebut Tersukses di Dunia

Yustinus menjelaskan, tambahan 52.757 WP baru dari total peserta program pengampunan pajak atau tax amnesty yang hampir menyentuh satu juta WP, maka jumlah WP baru hanya sekitar 5%. Dengan persentase tersebut maka kontribusi untuk meningkatkan rasio pajak sangat kecil.

"Kita asumsikan 52 ribu itu 5% dari peserta tax amnesty dan proporsional, maka kontribusi bisa dihitung demikian, jadi tidak signifikan," tambahnya.

Menurut dia, jika pemerintah ingin meningkatkan rasio pajak Indonesia bisa melakukannya dengan optimalisasi keseluruhan tax amnesty serta ekstensifikasi pajak oleh Ditjen Pajak.

"Ya karena kalau hanya dari 52 ribu jelas tidak efektif untuk mendorong tax ratio naik, tambahan ini tidak cukup, perlu ekstensifikasi lagi, saya kira dalam setahun masih berat, mungkin 3-4 tahun baru bisa kelihatan naik," tukasnya. (mkj/mkj)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed