Rate of Return Lapangan Marjinal Tak Boleh Lebih 30 Persen
Selasa, 26 Apr 2005 13:36 WIB
Jakarta - Tingkat pengembalian atau rate of return dari KPS pengelola lapangan marjinal tidak boleh melebihi 30 persen. Jika melebihi, maka pemerintah akan menghentikan pemberian insentif kepada KPS yang mengelola lapangan marjinal tersebut.Demikian disampaikan Dirjen Migas Iin Arifin Takhyan dalam jumpa pers di Departemen ESDM, Jakarta, Selasa (26/4/2005). Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro pada hari ini secara resmi mengumumkan pemberian insentif kepada 8 KPS pengelola lapangan minyak marjinal, yang tertuang dalam keputusan Menteri ESDM No 008 tahun 2005.Lebih jauh Iin menjelaskan, peraturan menteri tentang insentif pengembangan minyak bumi marjinal adalah kebijakan pemberian tambahan pengembalian biaya operasi sebesar 20 persen pada lapangan minyak marjinal. Sementara kriteria lapangan minyak marjinal adalah terletak pada wilayah kerja yang sudah berproduksi, lapangan yang produksi utamanya minyak bumi. Selain itu apabila dikembangkan berdasarkan term of condition, hak dan kewajiban serta paket insentif lain tetap berlaku, rate of return yang diperoleh kontraktor diperkirakan lebih kecil dari 15 persen. Soal penghentian insentif lapangan minyak marjinal, Iin menjelaskan, hal itu dilakukan bila berdasarkan penelitian dan evaluasi BP Migas realisasi rate of return kumulatif selama tahun kalender lebih besar 30 persen. Jika hal itu terjadi, maka pemberian insentif kepada kontraktor akan dihentikan sejak tahun kalender berikutnya. Sementara Purnomo menambahkan, insentif itu diberikan sebagai upaya percepatan pengembangan lapangan baru dan peningkatan produksi dari lapangan yang ada sehingga diharapkan bisa meningkatkan produksi minyak nasional secara keseluruhan.Kedelapan KPS yang disetujui memperoleh insentif untuk mengelola lapangan marjinal adalah: BOB-BSP Pertamina yang mengelola 3 lapangan, dengan produksi 9,6 mmbo (juta barel) dan peak rate 1,371 bopd (barel per hari). Kondur, mengelola 5 lapangan dengan produksi 6,6 mmbo dan peak rate 3,654 bopd, Medco mengelola 2 lapangan dengan produksi 0,6 mmbo dan peak rate 146 bopd. CNOOC mengelola 6 lapangan dengan produksi 13,7 mmbo dan peak rate 12,232 bopd, Energi Mega Persada mengelola 2 lapangan dengan produksi 19 mmbo dan peak rate 10,00 bopd, Premier mengelola 1 lapangan dengan produksi 2,6 mmbo dan peak rate 3,213 bopd, BP mengelola 9 lapangan dengan produksi 23,2 mmbo dan peak rate 24,500 bopd, CPI mengelola 2 lapangan dengan produksi 1,0 mmbo dan peak rate 500 bopd. Dengan demikian, secara total, ada 30 lapangan marjinal, dengan total produksi 76,21 mmbo dan peak rate 55,616 bopd.
(qom/)











































