Follow detikFinance
Sabtu 13 May 2017, 11:33 WIB

Tarif 18 Ruas Tol Akan Naik, Pengusaha: Bereskan Kemacetan Dulu

Hans Henricus BS Aron - detikFinance
Tarif 18 Ruas Tol Akan Naik, Pengusaha: Bereskan Kemacetan Dulu Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Tarif 18 ruas tol akan naik mulai tahun ini. Kenaikan tarif tersebut merupakan sebagai bagian dari hak Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan.

Evaluasi dan penyesuaian tarif dilakukan setiap dua tahun sekali oleh BPJT berdasarkan tarif lama yang disesuaikan dengan pengaruh inflasi, sesuai formula yang telah ditetapkan. Lantas, apa respons pengusaha logistik terhadap kenaikan tarif ini?

"Persentase kenaikan tarif tol kecil pengaruhnya terhadap biaya transportasi, di bawah 1%. Yang jadi masalah karena masih macet, tarif naik tapi jalan tol makin macet. Ini sebenarnya yang jadi masalah," ujar Ketua Umum Asosiasi Logistik, Zaldy Ilham Masita, kepada detikFinance, Sabtu (13/5/2017).

Baca juga: Tarif 18 Ruas Tol Akan Naik Tahun Ini

Bagi pengusaha logistik dampak macet justru lebih besar ketimbang kenaikan tarif tol. Biaya transportasi akan naik 10-15% dari biasanya. Misalnya untuk bensin dan biaya lembur supir.

"Macet bensin boros. Biaya supir lembur, karena macet bikin jam kerja tambah," terang Zaldy.

Dia menyarankan, selain menaikkan tarif, sebaiknya pemerintah juga mencari solusi mengatasi masalah macet di jalan tol.

"Masalah macet dibereskan, itu lebih besarnya dampaknya dari kenaikan tarif tol," tutur Zaldy. (hns/mca)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed