Follow detikFinance
Rabu 17 May 2017, 20:04 WIB

Termasuk RI, Negara Lain Saling Lomba Ambil Investasi dari China

Hendra Kusuma - detikFinance
Termasuk RI, Negara Lain Saling Lomba Ambil Investasi dari China Foto: Maikel Jefriando
Jakarta - Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, selain Indonesia, negara-negara lain juga berlomba-lomba untuk mengambil investasi dari China.

Belum lama ini, China menjadi inisiator gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Belt and Road Forum International di Beijing.

Indonesia menjadi salah satu negara dari belahan dunia yang diundang pada acara tersebut. Setidaknya, kata Bambang, terdapat 29 perdana menteri yang hadir, baik dari Asia seperti Philipina, Vietnam, Timur Tengah, Afrika, Eropa hingga Cile.

Bambang menyebutkan, Belt and Road sejatinya diusung China untuk mengatasi ketimpangan yang ada di negara tirai bambu tersebut. Namun, selain itu juga dimanfaatkan oleh negara-negara yang hadir sebagai modal investasi.

"Akhirnya belt and road ini menjadi ajang kerjasama ekonomi, banyak negara mencoba bersaing mencoba ambil investasi dari China yang dikemas dalam acara itu. Selain infrastruktur, termasuk manufaktur dan jasa," kata Bambang kepada wartawan di Kantornya, Jakarta, Rabu (17/5/2017).

Alasan utama perlombaan negara-negara mencari investasi dari China, kata Bambang, dikarenakan kondisi ekonomi China sendiri yang sudah besar.

Sehingga, investasi di dalam negerinya sendiri sudah mulai jenuh dan perekonomian China melakukan moderasi dari investasi ke konsumsi. Sehingga, kapasitas investasi dari perusahaan-perusahaan China yang tidak terpakai bisa dimanfaatkan oleh negara lain, termasuk Indonesia.

"Perusahaan China ini sekarang jadi perusahaan besar bahkan konglomerasi. Bah berarti mereka juga butuh untuk menyalurkan uangnya, dan itu sudah terlihat di Indonesia, China yang dulu tidak terlihat, FDI sekarang sudah tumbuh sangat cepat dan masuk lima besar," jelasnya.

Lanjut Bambang mengungkapkan, Indonesia juga menutup mata akan kesempatan tersebut. Apalagi, Indonesia sangat membutuhkan investasi, selain untuk pembangunan, investasi juga digunakan sebagai penunjang pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kita butuh inflow dan kita butuh investasi terutama strategi kita ke depan harus lebih banyak bertumbuh dari investasi di samping menjaga daya beli masyarakat, konsumsi dan mudah-mudahan ekspor meningkat tapi kalau kita ingin memperkuat pertumbuhan tentu dengan investasi. Sumber investasi bisa dalam dan luar negeri yang luar negeri tentu kita lihat memang China yang punya semangat investasi ke bebagai negara," tukasnya. (mkj/mkj)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed