Follow detikFinance
Senin 22 May 2017, 17:33 WIB

Ke Sumsel, Mentan Groundbreaking Pabrik Gula Tengah Rawa

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Ke Sumsel, Mentan Groundbreaking Pabrik Gula Tengah Rawa Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance
Ogan Komering Ilir - Usai meninjau perkebunan tebu di tengah rawa, Menteri Pertanian Amran Sulaiman melakukan groundbreaking pabrik gula pertama yang ada di tengah rawa, Senin (22/5/2017). Pabrik yang terletak di kawasan Sungai menang, Desa Gajah Mati, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), dibangun oleh PT Pratama Nusantara Sakti (PNS).

Amran mengatakan, pembangunan pabrik gula di atas rawa ini merupakan yang pertama kali dilakukan di Indonesia. Ia pun memberikan apresiasi kepada PT PNS karena telah mencoba memanfaatkan rawa sebagai lahan tanam.

"Yang terpenting adalah, kami atas nama pemerintah terima kasih ke PT PNS, ini adalah potensi yang luar biasa dimana lahan dijadikan perkebunan tebu. Produksi juga besar bisa sampai 110 ton per hektar," ungkap Amran di lokasi, Senin (22/5/2017).

Oleh sebab itu Amran pun meminta, kalau pabrik gula tersebut harus bisa selesai pada akhir tahun 2018 agar bisa dapat difungsikan. Amran menargetkan pembangunan harus dipercepat dari target sebelumnya, yakni tahun 2019.

Baca juga: Pakai Sepatu Bot, Mentan Panen Tebu di Tengah Rawa

"Nanti 1 november 2018 sudah diresmikan. Tidak boleh 2019. Setuju ya, sepakat November 2018. Aku tidak mau sendok (groundbreaking) itu kalau tidak November (selesai). Berarti tambah nanti tenaga kerja jadi dua kali lipat. Shiftnya tetap tapi tenaganya ditambah," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Komisaris PT PNS, Yohanes Hardian Widjanarko, juga menyanggupi permintaan Amran untuk menyelesaikan pabrik tersebut pada tahun 2018 nanti, melalui Direktur Pembangunan. Ia pun mengatakan, perkebunan.

Mentan groundbreaking pabrik gula di tengah rawaMentan groundbreaking pabrik gula di tengah rawa Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance

"Dengan jumlah luas kebun 25 ribu hektar tersebut. kami berharap dapat memberiman kontribusi kurang lebih 240 ribu ton, untuk lumbung ketahanan pangan nasional. Pembangunan pabrik direncanakan untuk kapasitas 18 ribu TCD (ton perday), dengan rencana investasi sekitar Rp 4 triliun, dan akan dibagi dalam tiga tahap," katanya.

Sementara itu Wakil Bupati OKI, M Rifai menyatakan Pemerintah Daerah (Pemda) akan terus mendukung proyek pembangunan pabrik di atas rawa. Dia mengatakan, 75% wilayahnya merupakan kawasan rawa, maka itu Pemda mendukung pemanfaatan tersebut.

"Wilayah Kabupaten OKI ini cukup luas, mungkin ruas di Sumatera Selatan lebih kurang 19 ribu km. Dan 75%nya adalah rawa-rawa. Sehingga tentunya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI sangat mendukung, dengan geografis 75% itu apabila ada investor yang akan bergerak di tebu ini," tutur M Rifai. (hns/hns)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed