Follow detikFinance
Senin 22 May 2017, 19:35 WIB

Jokowi Gelar Ratas Bahas Infrastruktur di Bogor, Ini Hasilnya

Ray Jordan - detikFinance
Jokowi Gelar Ratas Bahas Infrastruktur di Bogor, Ini Hasilnya Foto: Muhammad Iqbal/detikcom
Bogor - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini menggelar rapat terbatas dengan sejumlah menteri. Rapat tersebut di gelar di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan mengatakan, dalam rapat tersebut dibahas sejumlah proyek infrastruktur yang dibangun terintegrasi.

Artinya, pembangunan sejumlah infrastruktur yang dibangun lintas kementerian amn saling terintegrasi atau saling terhubung.

"Ratas tadi kita tawarkan beberapa prooyek terintegrsi di Bitung, Kaltara (Kalimantan Utara), Sumatera Utara. Terintegrasi artinya ada jalan kereta api, jalannya, industrial statenya, ada listriknya ada propertinya," kata dia usai rapat tersebut, Senin (22/5/2017).

Luhut menuturkan, belum bisa menyampaikan detil proyek-proyek yang dibahas dalam rapat terbatas tersebut. Karena, hasil rapat ini akan dibawa dalam rapat di tingkat Menteri Koordinator untuk memperoleh program yang lebih fokus.

Rapat yang rencananya digelar di Kantor Kemenko Kemaritiman itu, akan diselenggarakan pada Jumat, akhir pekan ini dan akan langsung dipimpin oleh dirinya.

"Sekarang lagi kita bikin (program detailnya). Sudah laporan ke presiden, saya kebetulan jadi ketuanya, koordinatornya. Lagi kita siapkan dengan cermat. Nanti mungkin kita rapat hari Jumat. Setelah Jumat nanti saya bisa lebih jelas," tutur dia.

Pengamanan Iklim Investasi

Mengingat besarnya biaya yang diperlukan untuk mewujudkan proyek infrastruktur tersebut, Luhut mengatakan, tidak tertutup kemungkinan, pekerjaan proyek akan melibatkan pihak swasta bahkan bisa juga pihak asing.

Untuk itu, kata luhut, semua pihak harus bekerja sama menciptakan iklim investasi yang kondusif agar investor dari berbagai negara nyaman menanamkan dananya di Indonesia.

Selama ini, lanjut Luhut, banyak isu-isu miring yang dihembuskan pihak tak bertanggung jawab yang membuat iklim investasi di Indonesia kurang kondusif.

"Nah yang perlu kita jaga apa? Misalnya datang ke China, ada isu komunis, illegal workers. Dengan jepang apa? Timur tengah apa? Dengan Amerika apa? Macam-macam ada isunya masing-masing," tandas dia.

Dalam kesempatan yang sama, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, agar semua pihak bisa menahan diri dan tak mudah terhasut. Saat ini banyak kabar yang merebak bahwa investasi asing mengancam keamanan nasional.

"Ya namanya orang mau berbisnis di sini, bermanfaat untuk negara kok mengancam? Itu bagaimana. Yang mengancam (merasa terancam) itu yang merasa disaingi. Gitu kan? Orang kan berlomba-lomba untuk Indonesia. Negara A datang, biasa itu," tandas dia. (dna/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed