Follow detikFinance
Rabu 24 May 2017, 16:19 WIB

Biaya Bangun LRT Palembang Ditalangi Waskita, Bagaimana Gantinya?

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Biaya Bangun LRT Palembang Ditalangi Waskita, Bagaimana Gantinya? Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Pembangunan moda transportasi kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) Palembang segera rampung pada awal tahun depan, dan dijadwalkan beroperasi pada bulan Juni 2018, tepat dua bulan sebelum Asian Games dimulai.

Biaya pembangunan LRT Palembang sepanjang 24,5 km ini mencapai Rp 10,9 triliun dan seluruhnya menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan pembayaran multiyears selama empat tahun sampai 2020.

"Jadi kira-kira akan empat tahun. Mulai dari 2016, sudah mulai dengan biaya yang relatif masih sedikit Rp 350 miliar, tahun ini akan kita masukkan Rp 1,2 triliun, tahun depan Rp 4 triliun, dan dari total Rp 10,9, sebagian besar mungkin akan terselesaikan di 2018, dan sebagian sangat kecil dituntaskan tahun 2020," kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati saat ditemui di salah satu lokasi pembangunan LRT Palembang, Palembang, Rabu (24/5/2017).

Dengan target penyelesaian di 2018, artinya anggaran yang cair masih kurang dua tahun. Agar proyek tetap berjalan, kontraktor pelaksana pembangunan, dalam hal ini PT Waskita Karya mengambil inisiatif menalangi dahulu sisa biaya pembangunan yang belum cair tersebut menggunakan kas perusahaan.

Sri Mulyani mengatakan, biaya yang sudah dikeluarkan Waskita tersebut, akan diganti sepenuhnya oleh pemerintah.

Selain membayar biaya pembangunan, negara nantinya juga akan membayar biaya bunganya, karena Waskita Karya sebagai kontraktor harus meminjam dana untuk penyelesaian proyek tersebut agar selesai lebih cepat.

"Jadi kita akan membayar keseluruhan biaya proyeknya plus biaya bunganya," tutur dia.

Sri Mulyani mengapresiasi langkah pendanaan seperti ini sehingga pembangunan meski membutuhkan dana yang sangat besar, namun bisa terus berjalan, sehingga kemampuan APBN yang harus mendanai banyak proyek infrastruktur pemerintah tetap bisa mendukung pembangunan yang cepat dan mendesak, seperti LRT.

"Saya terima kasih kepada Menhub, karena LRT yang tadinya diperkirakan menelan biaya lebih dari Rp 12 triliun, sesudah direview, sekarang turun menjadi Rp 10,9 triliun. Dengan jarak sekitar 24,5 km, 13 stasiun, diperkirakan akan membuat kota Palembang menjadi kota yang semakin bergairah," pungkasnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed