Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 07 Jun 2017 08:50 WIB

Nasib Jalur KA Belanda di Salemba: Rel Jadi Pembatas Jalan

Muhammad Idris - detikFinance
Foto: Muhammad Idris/detikFinance Foto: Muhammad Idris/detikFinance
Jakarta - Saat masih bernama Hindia Belanda, pemerintah gencar membangun jaringan rel kereta api di Jakarta. Peninggalannya sampai saat ini masih digunakan dengan baik, namun beberapa jalur kereta api juga diketahui sudah mati lantaran tak lagi dilintasi kereta api. Salah satunya jalur Kramat-Tanah Abang yang melewati Stasiun Salemba.





Jalur rel yang dulunya dioperasikan oleh perusahaan pemerintah Staatssporwegen (SS) ini kini tak lagi berbekas. Namun masih menyisakan stasiun yang kini beralih fungsi menjadi rumah petak warga.

Bangunan Stasiun Salemba yang kini sudah dijadikan rumah petak dan tempat usaha oleh warga. Letaknya berada tak jauh dari kampus Universitas Indonesia (UI).

Jalur kereta api di depan stasiun di belakang Pasar Kenari kini sudah jadi jalan beraspal. Sementara rel yang memanjang dari Salemba hingga ke Pegangsaan dan berujung di Stasiun Cikini saat ini sudah jadi pembatas jalan.

Di beberapa tempat, seperti di Pasar Ampium, Pegangsaan, Jakarta Pusat, bekas roadbed rel sudah berganti gang warga.

"Kalau tidak salah mulai dibongkar itu tahun 1962. Itu saya masih kecil masih ada relnya. Saya ingat dulu orang tua jemur kasur di pinggir rel, terus kasurnya terbakar gara-gara ada batubara dari kereta uapnya yang loncat," kata Nean, warga Kelurahan Kenari saat berbincang dengan detikFinance, Rabu (7/6/2017).

Nasib Jalur KA Belanda di Salemba: Rel Jadi Pembatas JalanNasib Jalur KA Belanda di Salemba: Rel Jadi Pembatas Jalan Foto: Muhammad Idris/detikFinance


Kakek berusia 62 tahun yang sudah memiliki 11 cucu ini mengaku, saat masih ada rel kereta, sepanjang jalur Pegangsaan sampai Salemba adalah pergudangan untuk bongkar muat kereta api. Baik untuk dibawa ke Bogor ataupun ke Pelabuhan Priok.

"Dulu itu manjang itu gudang semua, gudang balok (kayu), gudang kapur, gudang-gudang barang," ucap Nean.

Nasib Jalur KA Belanda di Salemba: Rel Jadi Pembatas JalanNasib Jalur KA Belanda di Salemba: Rel Jadi Pembatas Jalan Foto: Muhammad Idris/detikFinance


Sementara itu, jembatan kereta api di atas Sungai Ciliwung saat ini kondisinya masih cukup baik. Jembatan tersebut dijadikan penyeberangan warga Kenari menuju ke Pegangsaan dan hanya bisa dilintasi untuk pejalan kaki, lantaran oleh warga dibuat pembatas besi untuk menghalangi masuknya motor. Sementara di bawah kolong jembatan, dijadikan rumah dan bengkel.

Nasib Jalur KA Belanda di Salemba: Rel Jadi Pembatas JalanNasib Jalur KA Belanda di Salemba: Rel Jadi Pembatas Jalan Foto: Muhammad Idris/detikFinance


Jalur Pegangsaan-Salemba ini ditutup pada tahun 1950-an, sebelum kemudian dibongkar pada tahun 1962. Lintasan tersebut bahkan sebelum dijadikan lintasan utama dengan Stasiun Salemba sebagai stasiun sentral, sebelum kemudian digantikan fungsinya oleh Stasiun Manggarai sebagaimana saat ini.

(idr/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed