Follow detikFinance
Rabu 12 Jul 2017, 14:10 WIB

Di Depan Sri Mulyani, Kapolri Minta Kesejahteraan Anggota Naik

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Di Depan Sri Mulyani, Kapolri Minta Kesejahteraan Anggota Naik Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan bersama lembaga Kepolisian Republik Indonesia (Polri) hingga Tentara Nasional Indonesia (TNI) membentuk satgas penertiban barang impor berisiko.

Pembentukan satgas ini diharapkan bisa mengurangi peredaran barang impor ilegal dan meningkatkan pendapatan negara dari pajak pengiriman barang dari luar negeri.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Tito Karnavian, mengatakan, jika satgas ini berhasil dan berkinerja baik maka diharapkan Kemenkeu bisa meningkatkan kesejahteraan anggota Polri dan TNI.

Dia menjelaskan, dukungan sinergi ini diharapkan bisa meningkatkan penerimaan negara. "Dalam forum tadi kami sampaikan Insya Allah jika pendapatan negara naik bisa diperhatikan kesejahteraan anggota Polri dan TNI," kata Tito di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Jakarta, Rabu (12/7/2017).

Dia menjelaskan, saat ini remunerasi TNI baru mencapai 60% dan Polri 53%. "Jajaran Bea dan Cukai mungkin 100%, nanti kalau sudah berhasil naik, tolong dibantu sehingga kami juga bisa bersih-bersih di lingkungan Kepolisian," ujarnya.

Menanggapi pernyataan tersebut, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan karena Bea dan Cukai serta Pajak remunerasinya mencapai 100% sudah seharusnya integritasnya mencapai 100%.

"Tapi kalau TNI dan Polri belum 100%, tidak bisa dijadikan excuse (alasan), kalau integritasnya saja belum 100%," ujarnya. (wdl/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed