berita-ekonomi-bisnis
berita-ekonomi-bisnis
berita-ekonomi-bisnis
berita-ekonomi-bisnis
berita-ekonomi-bisnis
berita-ekonomi-bisnis
berita-ekonomi-bisnis
berita-ekonomi-bisnis
berita-ekonomi-bisnis
berita-ekonomi-bisnis
berita-ekonomi-bisnis
berita-ekonomi-bisnis
berita-ekonomi-bisnis
Soal Kinerja, Susi: Yang Tidak Puas Silakan Gagalkan Saya Jadi Menteri
Follow detikFinance
Sabtu 15 Jul 2017, 15:10 WIB

Soal Kinerja, Susi: Yang Tidak Puas Silakan Gagalkan Saya Jadi Menteri

Hendra Kusuma - detikFinance
Soal Kinerja, Susi: Yang Tidak Puas Silakan Gagalkan Saya Jadi Menteri Foto: Hendra Kusuma/detikFinance
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memastikan kepada seluruh pihak yang tidak puas dengan hasil kinerjanya sampai saat ini, untuk segera menempuh jalur hukum untuk melengserkannya dari jabatan orang nomor satu di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Hal tersebut diungkapkannya pada saat menjadi pembicara kunci acara Halal Bihalal Iluni UI di Gedung Mina Bahari III KKP, Jakarta, Sabtu (15/7/2017).

Di kesempatan tersebut, Susi membeberkan bagaimana praktik illegal fishing di perairan Indonesia terjadi. Salah satu buktinya, dengan banyaknya ribuan kapal asing yang secara bebas mengeruk kekayaan laut Indonesia.

Tidak sampai di situ, Susi juga menyebutkan neraca perdagangan Indonesia khususnya di sektor perikanan juga hanya menempati urutan ke-3. Padahal, luas laut Indonesia terbesar nomor 2 di dunia.

Dalam upaya membenahi kondisi laut Indonesia dari praktik illegal fishing, Susi memulainya dengan menerbitkan aturan moratorium kapal asing, aturan larangan transhipment, aturan disiplin PNS, hingga mengimplementasikan aturan penenggelaman kapal.

Bahkan, Susi mengundang enam duta besar (dubes) luar negeri seperti Malaysia, China, Thailand, Vietnam, Filipina, dan Australia, hingga pengusaha untuk mendukung pembenahan di sektor kelautan dan perikanan Indonesia.

"Saya bilang, pesta selesai. Kita maju ke depan, saya tidak akan mencari siapa salah siapa benar. Saya akan lakukan amunisi nasional and from now stop," kata Susi.

Berdasarkan data yang dimilikinya, Susi telah melakukan kebijakan penenggelaman kapal terhadap 386 kapal. Bahkan, saat ini nilai tukar nelayan menjadi 110 dari yang sebelumnya hanya 104-105, bahkan beberapa komoditas kelautan dan perikanan pernah menyumbang deflasi. Stock ikan dari yang sebesar 6,5 juta ton kini naik menjadi 12,5 juta ton, konsumsi ikan per kapita juga naik dari 36 kg menjadi 41 kg.

Dari hasil yang sudah diukir tersebut, Susi tidak segan untuk menghadapi para pihak yang ternyata dirugikan dengan aksinya dalam merealisasikan laut Indonesia sebagai masa depan bangsa, dan menjadikan Indonesia sebagai poros matirim di dunia.

"Kalau anda tidak puas silakan tempuh upaya hukum, silahkan PTUN saya, gagalkan saya jadi menteri. Tapi kalau anda respect, please listen and do what i say," tukas dia. (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed