Follow detikFinance
Rabu 26 Jul 2017, 20:32 WIB

Pindahkan Ibu Kota, RI Punya Banyak Kemiripan dengan Brasil

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Pindahkan Ibu Kota, RI Punya Banyak Kemiripan dengan Brasil Foto: Ari Saputra
Jakarta - Pemerintah tengah mengkaji wacana pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke kota lain di luar pulau Jawa. Kajian tersebut diharapkan selesai akhir tahun ini sehingga tahun depan diharapkan rencana tahap awal pemindahan Ibu Kota bisa dieksekusi.

Konsultan properti asal Australia, Savills pun angkat bicara mengenai wacana tersebut. Kepala Departemen Riset dan Konsultasi Savills Indonesia, Anton Sitorus mengatakan, pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke luar pulau Jawa memiliki banyak kemiripan dengan apa yang dilakukan oleh Brasil.

Seperti diketahui, Brasil memindahkan Ibu Kotanya dari Rio de Janeiro pada tahun 1960 lalu. Tak mudah bagi Brasil pada saat itu lantaran Rio de Janeiro telah sangat lama menjadi pusat pemerintahan Brasil.

Pada akhirnya, Brasil membangun kota baru pada saat itu yang dinamakan Brasilia pada 21 April 1960, menggantikan Rio de Janeiro yang telah menjadi Ibu Kota Brasil selama kurun waktu 138 tahun. Waktu yang cukup lama apabila dibandingkan dengan Indonesia dengan Jakartanya yang ada saat ini.

Jarak Ibu Kota lama ke Ibu Kota pun cukup jauh, terpisah 1.331 km atau ditempuh selama 1 jam 40 menit jika menggunakan pesawat. Jaraknya bahkan melebihi Jakarta ke Palangka Raya, yang selama ini paling santer diisukan menjadi calon terkuat Ibu Kota baru. Jarak Jakarta ke Palangka Raya adalah 901,9 km.

Selain itu, Brasil juga memindahkan Ibu Kota lantaran kepadatan penduduk yang sudah terlalu tinggi di Rio. Brasil pun membangun kota baru yang diberi nama Brasilia dengan luas kota yang lebih luas dibanding Rio (5.802 km2 berbanding 1.870 km2).

"Jadi ini mirip-mirip ya. Jakarta kecil, Kalimantan areanya berkali-kali lipat dan penduduknya pun masih sedikit," kata Anton dalam jumpa pers di Panin Tower, Rabu (26/7/2017).


Alasan Brasil memindahkan Ibu Kota juga terbilang mirip dengan Indonesia. Agar pusat pemerintahan bisa berada di tengah-tengah wilayah geografis negara, menghindari resiko keamanan, penduduk yang terlampau padat, dan memeratakan pertumbuhan ekonomi ke seluruh penjuru Brasil.

"Pemindahan Ibu Kota di Brasil cukup berhasil. Tidak ada masalah-masalah atau efek-efek yang dikhawatirkan seperti yang terjadi di sini," ucap Anton.

Brasil kemudian membangun kota baru selama 4 tahun dengan melibatkan lebih dari 60 ribu pekerja. Wilayah baru tersebut merupakan wilayah hutan hujan tropis yang lebat.

Namun demikian, rencana pemindahan Ibu Kota memang membutuhkan perencanaan yang matang, terutama untuk perencanaan pembangunan, aspek hukum dan pendanaannya.

"Memindahkan Ibu Kota sudah pasti butuh biaya yang sangat besar. Sementara itu pemerintah terus menjaga defisit anggaran dan menanggung utang yang nilainya triliunan. Tapi ini sesuatu hal yang layak diperbincangkan," tukas Anton. (mkj/mkj)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed