Follow detikFinance
Selasa 08 Aug 2017, 22:10 WIB

Kenapa Pemerintah Gencar Bangun Infrastruktur? Ini Kata Sri Mulyani

Muhammad Idris - detikFinance
Kenapa Pemerintah Gencar Bangun Infrastruktur? Ini Kata Sri Mulyani Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyebut pembangunan dilakukan pemerintah saat ini merata di seluruh Indonesia. Ini bisa dilihat dari gencarnya pembangunan infrastruktur di Timur Indonesia.

"Infrastruktur tak hanya di Jakarta, tapi kita juga bangun banyak infrastruktur di level pedesaan seperti irigasi, sanitasi, air bersih, ini jadi penting. Area-area ini pemerintah benar-benar fokus membelanjakan anggaran yang besar," kata Sri Mulyani saat peringatan 1 tahun beroperasinya kantor regional IFAD (International Fund for Agricultural Development), di Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Menurutnya, pembangunan infrastruktur tak hanya sebagai upaya pemerataan pendapatan saja, melainkan pemerataan di segala bidang di Indonesia.

"Pemerataan yang lebih besar, tak hanya antara level pendapatan, tapi juga seluruh wilayah di Indonesia. Indonesia tak bisa hanya dilihat seperti Jakarta," ungkap Sri Mulyani.


Dia lantas menghubungkan pemilihan Jakarta sebagai tempat kantor IFAD yang juga mencakup Papua Nugini dan Kepulauan Pasifik sebagai pilihan tepat. Lantaran negara-negara tersebut juga memiliki masalah yang hampir sama dengan Indonesia.

"Ini mengapa saya percaya IFAD memilih pusatnya di Jakarta, karena pengalaman Indonesia sebagai negara kepulauan relevan dengan Papua Nugini, Samoa, Vanuatu, Tonga, dan lainnya," ujar Sri Mulyani.

"Negara-negara tersebut menghadapi tantangan yang sama dengan Indonesia. Sumber daya alam, penduduk, infrastruktur yang belum terbangun, dan paling penting juga kesejahteraan, khususnya pada masyarakat di pedesaan yang mana sulit dijangkau, dan pembuat kebijakan tidak melihatnya sebagai tantangan untuk menjadikannya prioritas," tambahnya.


Kemudian, dirinya juga menyinggung masalah perbaikan birokrasi di Indonesia yang tak kalah pentingnya. Di mana hal tersebut sering menjadi batu sandungan iklim berusaha di Indonesia.

"Kemudian memperbaiki kualitas institusi. Jadi reformasi birokrasi dan membuat birokrasi, tidak malah menciptakan kondisi yang kompleks untuk bisnis berkembang," pungkas Sri Mulyani. (idr/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed