Follow detikFinance
Rabu 09 Aug 2017, 10:00 WIB

Masyarakat Menengah Tahan Belanja Karena Takut Pajak ?

Hendra Kusuma - detikFinance
Masyarakat Menengah Tahan Belanja Karena Takut Pajak ? Ilustrasi Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Pada kuartal II-2017 daya beli masyarakat masih belum dalam performa yang baik. Padahal Juni tahun ini ada momen Lebaran yang biasanya dijadikan ajang belanja lebih besar dari biasanya.

Daya beli di kuartal II-2017 tergambar dari konsumsi rumah tangga yang berada di level 4,95% atau naik tipis jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang sebesar 4,94%.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengatakan, rendahnya pertumbuhan konsumsi masyarakat dikarenakan adanya aksi menahan belanja kelas menengah atas yang disebabkan banyak hal.

Menurut Ketua Umum Apindo, Hariyadi Sukamdani, yang membuat kelas menengah atas menahan banyak hal, antara lain soal pajak, hingga kebijakan pemerintah.

"Banyak hal, mereka merasa tidak nyaman kalau kondisi mulai isu politik intoleransi, mulai kebijakan yang membuat mereka enggak bisa bergerak artinya rugi," kata Hariyadi saat dihubungi detikFinance, Rabu (9/8/2017).

Dengan adanya aksi menahan kelas menengah ke atas, dapat dipastikan dampak daya beli menjadi kurang menggeliat, khususnya di kalangan menengah ke bawah.

Sementara itu, Ekonom dan Bisnis dari Universitas Gadjah Mada Tony Prasetiantono mengakui, yang menyebabkan kelas menengah atas menahan belanja selain faktor ketidakpastian ekonomi global, juga karena beberapa kebijakan dalam negeri, seperti pajak.

"Bisa juga (karena pajak), tapi saya berpendapat faktor utamanya adalah uncertainty (ketidakpastian yang membuat lemah tingkat kepercayaan, ekspresinya adalah tidak terlalu antusias untuk belanja," tukas dia. (ang/ang)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed