Follow detikFinance
Rabu 09 Aug 2017, 20:15 WIB

Pengusaha Sebut Kondisi Ekonomi Sekarang Warisan Pemerintah Lalu

Hendra Kusuma - detikFinance
Pengusaha Sebut Kondisi Ekonomi Sekarang Warisan Pemerintah Lalu Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menilai, laju perekonomian Indonesia yang saat ini stagnan masih bisa diselamatkan jika saja pemerintah gencar membangun infrastruktur sejak dahulu.

Saat ini, perekonomian nasional tumbuh di level 5,01% dengan tingkat konsumsi rumah tangga yang tumbuh tipis menjadi 4,95% di kuartal II dari yang sebelumnya sekitar 4,94%.

Lalu, ekspor tumbuh 3,36%, dan impor tumbuh 0,55%, sedangkan investasi (PMTB) juga tumbuh 5,35%, sedangkan konsumsi LNPRT tumbuh 8,49%, hanya konsumsi pemerintah yang minus 1,93%.

Wakil Ketua Aprindo Tutum Rahanta mengatakan, selama ini pemerintah hanya memberikan solusi jangka pendek di saat perekonomian tidak stabil dengan tujuan meningkatkan kembali tingkat konsumsi rumah tangga.

"Kalau short term teorinya adalah oh kasih BLT (Bantuan Langsung Tunai), tapi itu kaya kasih minyak angin untuk sakit jantung," kata Tutum di Jakarta, Rabu (9/8/2017).

Selain solusi jangka pendek, lanjut Tutum, pemerintah seharusnya bisa memberikan solusi jangka panjang dengan beberapa kebijakannya seperti mempercepat pembangunan infrastruktur.

Menurut dia, pemerintah juga bisa meningkatkan konsumsi dengan menciptakan lapangan kerja di sektor padat karya lebih banyak agar masyarakat khususnya kelas bawah memiliki dana untuk belanja. Tidak hanya itu, salah satu yang menggairahkan konsumsi juga bisa dengan menurunkan suku bunga yang berimplikasi langsung terhadap harga jual suatu produk.

"Kemacetan juga, aturan orang keluar Rp 2,000 jadi Rp 10,000. Ini karena warisan (pemerintah) dulu yang tidak dikerjakan maka menjadi PR, tapi ketenangan dan kenyamanan bagi kita untuk belanja yang penting," ungkap Tutum.


Sementara itu, Ekonom dari INDEF Berly Martawardaya mengatakan, pemerintah harus memberikan solusi jangka menengah dan jangka panjang untuk menyelesaikan persoalan konsumsi rumah tangga dengan kebijakan-kebijakannya yang membuat nyaman.

Berly menyebutkan, pemerintah jangan sampai sampai menerbitkan kebijakan-kebijakan yang justru membuat masyarakat takut dalam menggunakan dananya. Sebab, jika takut maka akan berdampak pada tingkat konsumsinya.

"Kekhawatiran isu yang dimunculkan harus dihilangkan, kalau sudah tidak mengganggu maka munculkan yang positif, lalu ada stimulus dengan akan ada paket yang diluncurkan untuk dorong investasi, agar ada semangat berbelanja," kata Berly.

Berly mengakui, pemerintah saat ini tengah gencar menggenjot penerimaan pajak, namun jika dilakukan dengan baik, maka hal tersebut tetap membuat nyaman.

"Jadi menaikkan penerimaan pajak dengan semangat tapi itu jangan jadi menakut-nakuti, seperti yang sudah ikut tax amnesty mau diperiksa lagi," tambah dia. (mkj/mkj)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed