Follow detikFinance
Kamis 10 Aug 2017, 07:04 WIB

Tenggelamkan Banyak Kapal Asing, Susi: Sampai Dibilang Gila

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Tenggelamkan Banyak Kapal Asing, Susi: Sampai Dibilang Gila Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Penenggelaman kapal asing pencuri ikan di wilayah perairan Indonesia dirasa menjadi cara yang paling efektif bagi Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menjaga keberlanjutan sumber daya laut Indonesia. Masuknya kapal-kapal asing menurutnya menjadi pintu gerbang dari kejahatan-kejahatan lainnya yang bisa saja terjadi di tengah laut sana.

Susi mengaku sampai dibilang gila dan super nekat, lantaran kebijakan yang dibuatnya ini. Ratusan kapal yang telah ditenggelamkannya bagaikan buah simalakama baginya. Selain menerima pujian, hal tersebut juga membuatnya banyak dibenci oleh para pengusaha perikanan.

"Saya mencoba dengan kekuasaan, kewenangan, kekuasaan dari Presiden, dengan segala cara. Saya exercise sampai ujung, boleh tidak, Menteri perintah apa saya kerjakan. Dibilang orang gila, dibilang orang nekat, tidak apa-apa. Demi apa? Demi menunjukkan ternyata bisa," kata Susi saat bertemu dengan para stakeholder di SKPT Selat Lampa, Natuna, Senin (7/8/2017).

Menurutnya, negara tak perlu takut untuk melakukan hal tersebut, karena Indonesia merupakan bangsa yang besar. Bahkan Indonesia lebih baik dari Amerika Serikat, lantaran menenggelamkan lebih banyak kapal dari yang dilakukan oleh negara adidaya tersebut.

"Ini adalah bukti bahwa kalau kita bisa, mau, ya bisa, kita buktikan. Kita tidak perlu kapal induk sehebat Amerika kok ngusir kapal. Kita menenggelamkan kapal lebih banyak dari pada pasukan Amerika. Karena apa? Komitmen. Komitmen ini keberanian untuk mengkomitmenkan, mengkonsistensikan diri kita dengan idealisme kita. Ini yang membuat kita ditakuti," ungkap Susi.

Ia menuturkan, penenggelaman kapal asing sendiri bukan semata-mata menjadi gagah-gagahan atau semacam display politik, tapi ini sudah masuk soal prinsip dalam wilayah kedaulatan Republik. Pasalnya, ada banyak kegiatan ilegal lainnya yang terjadi di tengah laut.

"Kita ini kemasukan narkoba setiap minggu tidak kurang dari 5 ton. Penemuan 1 ton kecil saja dan dulu banyak lewat kapal ikan. Saya tuh bukan merangi pencuri ikan sebetulnya, tapi banyak di balik pencurian ikan ini kegiatan ilegal lainnya. Penyelundupan, menghindari pembayaran bea masuk, narkoba. Narkoba akan membunuh angkatan muda kita. Mau jadi apa," tutur Susi.

Pengelolaan yang selama ini salah harus segera diperbaiki dan tak lagi bisa ditunda-tunda. Karena Indonesia telah banyak mengalami ketertinggalan dengan tidak memaksimalkan potensi sumber daya kelautannya yang kaya.

"Kita harus kejar ketertinggalan kita dengan perubahan yang ekstrem. Kalau tidak, ya tidak bisa maju negeri kita," ujarnya.

Susi sendiri mengaku sempat tak percaya hal ini pada akhirnya bisa dilakukan oleh Indonesia. Ia bercerita bagaimana ia mencubit tangannya sendiri untuk membuktikan bahwa ini benar terjadi.

"Berhentinya puluhan ribu kapal, lebih dari 10 ribu kapal asing yang menangkap ikan di laut kita berhenti total. Jadi sering kali kalau tidur sendiri, saya cubit tangan saya, rasanya sakit. Ternyata bisa," tukas Susi. (eds/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed