Follow detikFinance
Senin 14 Aug 2017, 13:57 WIB

Ekonomi RI Disebut Lesu, Bagaimana Penjualan Kendaraan Bermotor?

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Ekonomi RI Disebut Lesu, Bagaimana Penjualan Kendaraan Bermotor? Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2017 kemarin tercatat tumbuh 5,01% atau tidak mengalami kenaikan dibandingkan kuartal sebelumnya. Beberapa pihak menilai perekonomian Indonesia saat ini tengah lesu karena melemahnya daya beli masyarakat.

Namun bagaimana dari sisi penjualan kendaraan bermotor selama semester I-2017?

Ketua I Gabungan Pengusaha Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto mengungkapkan, penjualan kendaraan bermotor hingga Juni 2017 mengalami kenaikan tipis sebesar 0,3% untuk wholesale, sedangkan penjualan ritel mengalami penurunan sebesar 4%.

Di sisi lain, produksi kendaraan bermotor tercatat sebesar 597.000 atau mengalami penurunan sebesar 0,7%, sedangkan ekspor kendaraan bermotor naik 20%.

"Sampai Juni 2017 dibandingkan angka 2016, ada pertumbuhan kecil sekali 0,3% wholesale, ritel turun 4%. Jadi dari yang langsung ke konsumen turun 4%, produksi turun 0,7%, tetapi ekspor tumbuh 20%," kata Jongkie dalam seminar Nasional "Apakah Perekonomian Indonesia Melambat" di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin, (14/8/2017).


Jongkie menegaskan pertumbuhan industri otomotif mengalami pertumbuhan positif. Hal ini dapat dilihat dari investasi dua produsen otomotif dengan nilai lebih dari Rp 20 triliun dengan total kapasitas produksi industri otomotif di Indonesia mencapai 2,2 juta unit per tahun.

Per Juni 2017, penjualan kendaraan bermotor ada di angka 535.000, yang didominasi oleh kendaraan Multi Purpose Vehicle (MPV) sebesar 55%. Sedangkan sisanya didukung oleh penjualan mobil low cost green car (LCGC) 22%, dan sisanya jenis mobil lain.

"Dominasi kendaraan mobil penumpang 4 x 2 atau MPV masih menguasai pasar 55% di angka 294.000. Kalau lihat angka penjualan LCGC sudah mencapai 120.000 sampai Juni, yaitu pangsa pasar 22%. Akhir tahun total penjualan 1,1 juta target Gaikindo semoga bisa tercapai," ujar Jongkie.

Penjualan kendaraan bermotor paling besar ada di Provinsi Jawa Barat dengan jumlah mencapai 207.000 unit di tahun lalu. Sedangkan DKI Jakarta mencapai 203.000 unit di tahun lalu, dan sisanya disusul oleh beberapa provinsi lain di Pulau Jawa.

Penjualan kendaraan bermotor di dalam negeri pun, kata Jongkie, mengalami peningkatan yang cukup tajam di luar DKI Jakarta.

"Kalau kita lihat penjualan domestik kendaraan bermotor tren bergeser ke provinsi-provinsi berkembang. Di Jawa Barat naik 42%, Yogyakarta 55%, Jawa Timur 68%, DKI Jakarta sendiri 0,67%. Entah karena orang sudah jenuh beli mobil, karena angkutan massal makin hari main baik di Jakarta," tutur Jongkie.


Ia mengatakan, produksi kendaraan bermotor tahun ini ditargetkan berada di level 1,1 juta unit atau mengalami sedikit kenaikan dibandingkan tahun lalu sebanyak 1.060.000 unit.

"Otomotif enggak turun, sama seperti tahun lalu dan berharap kenaikan tipis di akhir tahun. Tahun lalu 1.060.000 unit, tahun ini 1,1 juta unit," tutur Jongkie. (ara/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed