Follow detikFinance
Senin 04 Sep 2017, 14:58 WIB

63.000 Ha Sawah RI Terserang Hama Wereng, Apa Langkah Mentan?

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
63.000 Ha Sawah RI Terserang Hama Wereng, Apa Langkah Mentan? Foto: Wisma Putra
Jakarta - Sebanyak 63.075 hektar (ha) sawah Indonesia terserah hama wereng batang cokelat pada periode Oktober 2016 hingga Agustus 2017. Dari luas tersebut, sebanyak 20.152 (ha) mengalami gagal panen alias puso.

Selain hama, kekeringan juga menyerang 56.334 ha lahan periode Januari-Agustus 2017 dengan gagal panen 18.516 hektar. Jumlah tersebut lebih rendah dibanding tahun 2016 lalu yang yakni 66.922 hektar dan gagal panen 7.265 ha lahan yang terkena kekeringan.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengatakan jumlah tersebut masih di ambang batas normal. Untuk serangan hama, lahan yang terserang hanya 0,42% dari jumlah luas tanam, yakni 15,1 juta ha pada periode yang sama.

"Itu masih jauh di bawah toleransi, tapi kita tetap melakukan antisipasi. Jadi kami melakukan tindakan preventif lebih awal," terang Amran di kantornya, Jakarta, Senin (4/9/2017).

Dirinya pun telah menyiapkan sejumlah langkah preventif untuk menindaklanjuti masalah tersebut. Mulai dari pemberian insentif, pemberian bantuan benih, hingga bekerja sama dengan pihak tentara untuk mengendalikan hama wereng.

Sementara, untuk mengatasi masalah kekeringan dirinya Amran mengatakan pihaknya bakal melakukan pengerukan tanah, pemanfaatan pompa, hingga pembuatan long storage.

Berikut langkah Kementan hadapi hama dan kekeringan :

Antisipasi serangan hama.
1) Intensifikasi Gerakan Pengendalian/Gerdal di 20 Provinsi, 164 Kabupaten dan perluasan Gerdal di wilayah potensial WBC lainnya.
2) Penambahan Petani Pengamat OPT (organisme pengganggu tumbuhan) swadaya, sehingga 1 kecamatan 1 pengamat.
3) Bantuan benih padi varietas tahan/toleran wereng seperti lnpari 31 dan 33 sebanyak 500 ton ditambah bantuan benih sumber dari Badan Litbang Pertanian menggantikan varietas yang rentan terhadap WBC.
4) Penyediaan sarana pengendalian berupa 3 jenis pestisida (buprofezin, BPMC, MlPC) 1 kg atau 1 liter/hektar, mist blower dan/atau handsprayer serta didukung budidaya padi yang sehat dalam bentuk Dem Area di 6 Provinsi, 24 Kabupaten/Kota wilayah endemis wereng.
5) Bersinergi dengan Korem/Kodim setempat untuk menggerakkan pemerintah kabupaten/kota dalam mengendalikan wereng dengan memaksimalkan pelaporan online ini sistem informasi perlindungan tanaman pangan (Silintan)dan mengikutsertakan petani dalam program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Antisipasi kekeringan
1) Pengerukan saluran untuk melokalisir air untuk dipompa.
2) Pemanfaatan pompa dari embung kecil.
3) Pengembangan padi rawa lebak 4) Pengembangan fero semen di lahan Rawa Lebak .
4) Pengembangan fero semen di lahan rawa lebak
5) Pembuatan long storage (hns/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed