Follow detikFinance
Senin 11 Sep 2017, 19:12 WIB

Wereng & Virus Kerdil di Subang di Bawah Ambang Batas

Niken Widya Yunita - detikFinance
Wereng & Virus Kerdil di Subang di Bawah Ambang Batas Foto: Wereng & Virus Kerdil di Subang di Bawah Ambang Batas (Dok. Kementan)
Jakarta - Padi di Kabupaten Subang terserang wereng batang coklat (wbc) dan virus kerdil. Namun serangan tersebut masih dinilai di bawah ambang batas.

Dalam keterangan tertulis dari Kementan, Senin (11/9/2017), Subang merupakan salah satu sentra produksi padi di Jawa Barat. Kabupaten ini mempunyai luas baku sawah 84.570 ha, yang tersebar di 30 kecamatan. Areal sawah terluas berada di Kecamatan Ciasem, Patokbeusi, dan Blanakan. Sedangkan Compreng luas baku sawahnya 6.210 ha.

Berdasarkan data dari petugas POPT per 16-31 Agustus 2017 dengan standing crop seluas 64.003 ha, dengan luas serangan WBC 227 ha (0,35%), virus kerdil hampa seluas 33 ha (0,05%), dan virus kerdil rumput seluas 40 ha (0,06%).

Pertanaman padi sawah di Kecamatan Compreng pada MT II 2017 mencapai 4.838 ha yang terdiri dari delapan desa. Salah satu desa yang tidak mengalami masalah dengan kondisi pertanaman pada musim ini adalah Desa Mekarjaya yang sebelumnya telah melakukan eradikasi pertanaman seluas ± 500 ha akibat serangan virus kerdil rumput dan kerdil hampa.

Eradikasi menjadi pilihan yang tidak bisa ditawar lagi dalam pengendalian virus kerdil dan terbukti pada pertanaman padi yang saat ini berumur 21 hari di desa ini terkendali dengan baik.

Menurut Ketua KTNA Warsono, musim tanam saat ini serangan penyakit di Kecamatan Compreng cukup tinggi terutama virus kerdil. "Namun berkat pengawalan dan rekomendasi dari Badan Litbang Pertanian melalui BB Padi dan BPTP Jawa Barat serta petugas lapangan POPT pertanaman di Desa Mekarjaya aman dan tumbuh lebih sehat," ujar Warsono.

Rekomendasi anjuran Badan Litbang Pertanian meliputi tanam serempak, penggunaan varietas unggul tahan wereng produksi tinggi serta pemasangan lampu perangkap dimaksudkan untuk memonitor keberadaan hama sekaligus pengendalian. Badan Litbang juga melakukan penyuluhan dan pelatihan kepada petugas dan gapoktan tentang pengendalian WBC dan virus kerdil. Selain itu, ada juga demplot hasil inovasi berupa varietas unggul baru tahan WBC.

Dari laporan yang diterima, serangan wereng coklat di Kecamatan Compreng cukup tinggi. Sehingga Kepala Badan Litbang Pertanian M. Syakir menverifikasi dengan berkunjung dan melihat langsung kondisi pertanaman di tiga desa Kecamatan Compreng yaitu Desa Mekarjaya, Desa Jatireja, dan Desa Sukadana.

Dalam kunjungannya, Syakir berdiskusi dengan para petani, ketua Gapoktan dan Ketua KTNA di Kecamatan tersebut.

Dalam diskusinya Syakir mengatakan berbagai upaya telah dilakukan pemerintah. Jika para petani ingin berhasil dalam menanam padi, harus menganut pertanian modern sesuai anjuran Kementerian Pertanian. Anjuran tersebut yakni tanam serempak dan lakukan pergiliran varietas dengan menanam varietas tahan wereng seperti Inpari 33, Inpari 42 dan Inpari 43, dan hasil Litbang Pertanian.

Ditambahkan, kendala yang sekarang dihadapi adalah sulitnya petani di Kecamatan Compreng untuk beralih menggunakan varietas unggul sesuai yang direkomendasikan, dan masih banyak yang menanam varietas padi ketan varietas Grendel dan IR 42 yang rentan WBC. Masalah lain, petani di wilayah tersebut belum melakukan tanam serempak.

Sebagai bentuk aksi nyata pada kunjungan di Kecamatan Compreng ini Syakir menyerahkan bantuan benih varietas unggul baru yang tahan terhadap WBC yaitu Inpari 33, Inpari 42 Agritan GSR, Inpari 43 Agritan GSR dan pestisida nabati untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia

Harus ada dorongan yang kuat dari pemerintah daerah kepada petani untuk melakukan tanam serempak, menerapkan hasil-hasil inovasi teknologi Badan Litbang Pertanian. Selain itu, perlu sosialisasi asuransi secara masif untuk mengurangi risiko kegagalan panen terutama bagi yang belum menerapkan inovasi teknologi.

(nwy/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed