Follow detikFinance
Selasa 12 Sep 2017, 19:43 WIB

Kemenhub Singgung Penggugat Aturan Taksi Online Pakai Alamat Palsu

Muhammad Idris - detikFinance
Kemenhub Singgung Penggugat Aturan Taksi Online Pakai Alamat Palsu Foto: ilustrasi Luthfi Syahban
Jakarta - Pihak Kementerian Perhubungan angkat bicara soal gugatan Permenhub nomor 26 tahun 2017 tentang taksi online. Sorotan diberikan salah satunya ditujukan pada adanya penggugat yang menggunakan alamat palsu saat mendaftarkan gugatan.

"Karena dari penelusuran yang dilakukan terhadap 6 orang yang menggugat ke MA itu, beberapa diantaranya alamatnya tidak sesuai dengan identitas KTP mereka," kata Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Hindro Surahmat dalam keterangan tertulis, Selasa (12/9/2017).


Diakuinya, pihak Kemenhub menaruh curiga ada pihak berkepentingan yang memboncengi isu taksi online tersebut. Bukan tanpa alasan, pasalnya pengacara yang digunakan para penggugat pun tergolong pengacara kelas korporasi.

"Yang menggugat ke MA itu apakah benar supir atau bukan. Karena bisa jadi mereka didanai. Lalu pengacaranya kok pakai yang berkelas, kelasnya corporate-lah. Artinya kan pasti mahal, nah apa mampu mereka itu bayarnya," tambahnya.


Seperti diketahui, Mahkamah Agung (MA) telah mencabut Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 26 Tahun 2017, tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek alias taksi online.

Asosiasi Driver Online (ADO) sendiri mengaku, dengan dicabutnya aturan tersebut bisa merugikan driver taksi online. Khususnya, pencabutan tentang aturan tarif dan kuota taksi online. (dna/dna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed