Follow detikFinance
Rabu 13 Sep 2017, 15:26 WIB

Warga Jabodetabek Kena Macet 3,5 Jam Tiap Hari, Kotanya Rugi Rp 39 T

Danang Sugianto - detikFinance
Warga Jabodetabek Kena Macet 3,5 Jam Tiap Hari, Kotanya Rugi Rp 39 T Foto: Ahmad Toriq
Jakarta - Kemacetan seolah jadi penyakit kronis bagi Jakarta. Belum ada strategi dan kebijakan yang mampu mengobati kemacetan di Ibu Kota Indonesia.

Menurut data Bank Dunia, masyarakat Jabodetabek rata-rata menghabiskan waktu minimal 3,5 jam di kemacetan. Hal itu menunjukkan betapa kronisnya kemacetan di Ibu Kota dan wilayah penunjangnya.

"Jumlah kendaraan di DKI tambah Bodetabek itu bisa 10 juta yang berkeliaran setiap hari. Jumlah ini tidak bisa ditopang," tutur Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Konstruksi dan Infrastruktur, Erwin Aksa, di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (13/9/2017).

Untuk rata-rata habisnya waktu 3,5 jam di kemacetan diperkirakan ada nilai ekonomi yang hilang dalam 1 tahun sebesar Rp 39 triliun. Sebab menurut perhitungan Bank Dunia waktu yang terbuang tersebut bila digunakan untuk kegiatan produktif selama satu tahun bisa menghasilkan pendapatan bagi kota hingga US$ 3 miliar atau setara Rp 39 triliun (kurs Rp 13.200).

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Infrastruktur Carmelita Hartoto menambahkan, data tersebut terbukti dari kecepatan kendaraan di kala jam-jam sibuk hanya sekitar 13-15 km/jam pada titik-titik kemacetan.

Untuk itu, menurutnya dibutuhkan peran pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan yang mengatur integrasi transportasi. Disamping pembangunan infrastruktur juga dibutuhkan.

"Jabodetabek butuh multi moda yang terintegrasi. Peran swasta yang lebih besar dan lahan parkir," tuturnya (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed