Follow detikFinance
Kamis 14 Sep 2017, 18:47 WIB

Sri Mulyani: Dari Puluhan Sekarang PNS Lapor SPJ Cukup 2 Lembar

Hendra Kusuma - detikFinance
Sri Mulyani: Dari Puluhan Sekarang PNS Lapor SPJ Cukup 2 Lembar Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyindir kembali Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada saat pembukaan Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2017. Jokowi menyebutkan bahwa sampai saat ini banyak pegawai negeri sipil yang masih repot mengurus surat pertanggungjawaban (SPJ).

Menanggapi itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta kepada seluruh pejabat negara baik di pusat maupun daerah untuk mengikuti aturan yang ada.

Dia mengungkapkan, surat pertanggungjawaban saat ini hanya tinggal dua lembar dari yang sebelumnya puluhan lembar, khususnya untuk guru dan penyuluh.

"Kita bekerja sama dengan menteri pendidikan, menteri agama, untuk bisa simplikasi seluruh laporan yang berasal dari APBN yang membutuhkan pelaporan," kata Sri Mulyani di Gedung Dhanapala, Jakarta, Kamis (14/9/2017).

Lanjut Sri Mulyani, dana yang didapat oleh para guru dan penyuluh ini tidak hanya berasal dari pusat, ada juga yang berasal dari daerah. Untuk yang dipusat sudah menyisakan hanya dua lembar saja, namun yang di desa belum.

"Jadi pelaporan sudah disimplifikasi puluhan kemudian beranak lagi jadi ratusan, itu dikurangi jadi hanya tinggal dua laporan. Namun sekolah dan termasuk guru kepala sekolah maupun penyuluh mendapatkan anggaran tidak hanya dari pemerintah pusat, ada yang berasal dari APBD mereka meminta pelaporan yang tidak mengikuti proses simplifikasi ini," jelas dia.

Dia mengaku telah meminta kepada jajaran pejabat eselon I setingkat Dirjen untuk menindaklanjuti hal ini dengan melakukan kerja sama dengan pemerintah daerah.

"Saya sudah minta pak Dirjen untuk kerjasama dengan pemerintah daerah intuk bisa simplifikasi untuk anggaran yang berasal dari daerah. Sedangkan laporan yang sifatnya non keuangan seperti guru harus buat kenaikan pangkat, atau penyuluh melakukan laporan kegiatan penyuluhan, itu barangkali perlu simplifikasi. Sehingga mereka tidak terbebenai laporan tersebut," tutup dia. (mkj/mkj)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed