Follow detikFinance
Selasa 19 Sep 2017, 12:17 WIB

Penjelasan Bea Cukai Soal Anggapan Pengetatan Barang di Bandara

Hendra Kusuma - detikFinance
Penjelasan Bea Cukai Soal Anggapan Pengetatan Barang di Bandara Foto: Dok. Bea Cukai
Jakarta - Pemeriksaan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan serta pengenaan pajak bagi barang impor penumpang dari luar negeri menjadi ramai diperbincangkan. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Ditjen Bea dan Cukai, Robert Leonard Marbun mengatakan, perekonomian dan teknologi yang terus berkembang menjadi salah satu penyebabnya.

Dia menyebutkan, peraturan pengenaan pajak barang impor penumpang sudah berlaku sejak 7 tahun yang lalu, di mana aturannya tertuang dalam PMK Nomor 188 Tahun 2010.

"Biasanya begini, ekonomi makin maju, berarti orang banyak yang mampu, banyak yang bisa belanja di luar negeri," kata Robert saat berbincang dengan detikFinance di Kantornya, Jakarta, Selasa (19/8/2017).


Perekonomian pada 2010 dan saat ini tentu menjadi satu kondisi yang berbeda. Sehingga, jika saat ini ramai dikarenakan masih banyak masyarakat yang belum sadar akan adanya aturan tersebut.

"Banyak yang bisa belanja di luar negeri, kemudian juga waktu pulang ya dia enggak declare, seolah menjadi viral, ada juga yang taruh di media sosial, sebetulnya aturan ini kan sudah lama," jelas dia.


Menurut Robert, Ditjen Bea dan Cukai telah mensosialisasikan aturan ini sedari lama dan di banyak fasilitas, mulai dari website, banner di setiap bandara, hingga majalah-majalah yang tersedia di maskapai penerbangan.

"Sebenarnya sama di luar negeri juga seperti ini, makanya kesadaran memang diperlukan, dari kami sosialisasi, dari teman masyarakat aktif juga memahami, harus ada dua belah pihak agar sama-sama paham," ungkapnya. (mkj/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed