Follow detikFinance
Jumat 22 Sep 2017, 20:05 WIB

Beli Gantungan Kunci dari Luar Negeri Juga Bayar Pajak di Bandara RI?

Hendra Kusuma - detikFinance
Beli Gantungan Kunci dari Luar Negeri Juga Bayar Pajak di Bandara RI? Foto: Ardan Adhi Chandra.
Jakarta - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan memastikan pengenaan pajak barang penumpang di bandara, pelabuhan laut, dan perbatasan tidak diterapkan secara membabi buta.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Ditjen Bea dan Cukai, Robert Leonard Marbun mengatakan, pengenaan bea masuk dan pajak terhadap barang impor yang dibawa penumpang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dalam aturannya, yakni PMK Nomor 188 Tahun 2010 tentang penumpang dikenakan bea masuk barang lantaran harganya di atas batasan harga yang dibebaskan biaya masuk. Di mana, batasan untuk individu sebesar US$ 250 per penumpang atau US$ 1.000 per keluarga.

Dengan begitu, masyarakat dibebaskan beli barang-barang dari luar negeri sebanyak mungkin, namun tidak boleh melebihi batas yang sudah ditetapkan. Jika melebehi, maka konsekuensinya membayar bea masuk dan pajak.

"Itu kan tergantung nilainya, (kalau gantungan kunci) enggak dong," kata Robert saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Jumat (22/9/2017).

Pengenaan bea masuk dan pajak bagi masyarakat juga dihitung berdasarkan kelebihan nilai dari batasan. Misalnya, total barang yang dibawa orang pribadi sebesar US$ 300, maka yang dikenakan bea masuk dan pajak hanya US$ 50, karena batasan yang ditetapkan US$ 250.

Meski begitu, Robert mengimbau kepada seluruh masyarakat yang bepergian ke luar negeri dan melakukan belanja barang, baik yang totalnya tidak melebihi batasan, maupun tidak tetap dilaporkan saat kembali ke Indonesia.

"Jadi itu kejujuran untuk melaporkan, jadi intinya setiap barang masuk itu wajib untuk dilaporkan, dilaporkan itu dalam ketentuan nothing to declare itu termasuk ada yang melapor, melapor bahwa tidak ada barang yang harus di-declare, yang dianggap kurang dari US$ 250, itukan melapor juga," tambah dia.

Menurut Robert, masyarakat tidak perlu takut terhadap pengenaan bea masuk dan pajak di bandara, pelabuhan laut, dan perbatasan. Selama barang yang dibawa ke Indonesia tidak melebihi batasan ketentuan, maka akan bebas dari bea masuk dan pajak.

"Iyalah, seperti gini, kita kan kalau keluar negeri sering membeli gantungan kunci, gantungan kunci kan paling harganya ada yang US$ 1, petugas kita enggak main taktik, itu diperhatikan," tegas dia.

Namun, Robert juga mengimbau kepada masyarakat untuk jujur dan patuh jika memang terbukti membawa barang yang melebihi dari batasan nilai yang telah ditetapkan. Sebab, para petugas bea cukai juga telah mempelajari barang-barang yang bernilai tinggi.

"Misalnya begini, beli jam, misalnya jam yang mahal dengan yang murah, contoh jamnya merek Rolex atau Omega, kan enggak mungkin US$ 250 dolar, tapi kalau merek Casio kan ada yang US$ 100, ada yang US$ 250, ada juga yang US$ 500, jadi kan kita tahu, kita juga ada pelajaran pengetahuan barang. Teman-teman belajar itu, harganya berapa," tutup dia. (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed