Follow detikFinance
Sabtu 23 Sep 2017, 09:58 WIB

Tantangan Sri Mulyani: Anda Ingin Jadi Menteri Keuangan?

Maikel Jefriando - detikFinance
Tantangan Sri Mulyani: Anda Ingin Jadi Menteri Keuangan? Foto: Istimewa (Instagram Sri Mulyani @smindrawati)
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sering berbicara di hadapan masyarakat, terutama di depan mahasiswa saat kuliah umum. Apa saja pertanyaannya?

Banyak. Mulai dari cara mengelola anggaran belanja hingga pendapatan negara, dan lain-lain. Mantan direktur Bank Dunia ini pun meminta masukan dan memberi tantangan kepada masyarakat, yaitu apa yang akan dilakukan jika menjadi menteri keuangan?

Hal tersebut Sri Mulyani ungkapkan di akun instagram miliknya. Berikut postingannya seperti dikutip detikFinance, Sabtu (23/9/2017).

Saya ingin kamu mencoba menjadi Menteri Keuangan. Apa yang akan kamu lakukan apabila menjadi Menteri Keuangan?

Dalam berbagai kesempatan saya sering ditanya mengenai bagaimana mengelola anggaran dan belanja negara (APBN). Sering masyarakat menanyakan mengapa belanja untuk kesehatan kurang, mengapa infrastruktur jalan, listrik dan air bersih masih minim di daerah saya, mengapa anggaran penelitian tidak ditambah, mengapa masyarakat harus membayar listrik lebih mahal, mengapa tidak ditambah subsidinya, mengapa masih ada gedung sekolah yang rusak berat, mengapa masih ada anak tidak mampu sekolah, mengapa tidak membeli lebih banyak kapal patroli untuk menjaga perairan Indonesia, mengapa gaji pegawai negeri dan pensiunan tidak dinaikkan, dll dll.

Saya ingin anda mencoba menjadi Menteri Keuangan dengan melakukan simulasi APBN, paling tidak dari mengatur jumlah belanja. Bagaimana Alokasi belanja dilakukan, bagaimana agar manfaat belanja dapat didistribusikan dengan adil. Bagaimana APBN menjadi alat menjaga stabilisasi negara.

Situasi yang aktual akan lebih kompleks dengan pengelolaan sisi penerimaan negara dan sisi pembiayaan. Juga aturan UU yang harus kita patuhi.

APBN adalah alat negara untuk mencapai tujuan masyarakat adil dan makmur serta tujuan kemerdekaan lainnya.

Oleh karena itu penyusunan APBN membutuhkan perencanaan yang baik di Pemerintah pusat maupun di daerah, dan pelaksanaan harus dilakukan bebas dari korupsi dan konflik kepentingan agar tujuan bernegara kita tercapai.

APBN adalah milik kita bersama, pahami, peduli, miliki dan awasi.

Anda ingin menjadi Menteri Keuangan?

Rancang sendiri APBN versi kamu di simulasi di bawah ini, lalu bagikan di medsos kamu: www.kemenkeu.go.id/simulasiapbn (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed