Follow detikFinance
Senin 25 Sep 2017, 18:23 WIB

Kredit Nganggur Masih Ribuan Triliun, Apa Penyebabnya?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kredit Nganggur Masih Ribuan Triliun, Apa Penyebabnya? Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Jumlah kredit yang belum dicairkan atau undirsbursed loan dari data statistik perbankan Indonesia (SPI) per Juni 2017 tercatat masih Rp 1.346 triliun.

Ekonom The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara menilai tingginya angka tersebut bergantung pada daya serap dunia usaha untuk berekspansi.

"Undisbursed loan itu memang tergantung pada kepercayaan pelaku usaha untuk mulai melakukan ekspansi," kata dia saat dihubungi detikFinance, Senin (25/9/2017).


Dia mengatakan, kredit yang mengendap ini bisa berkurang jika pertumbuhan mulai menggeliat. Hal tersebut harus diiringi dengan kondisi dunia usaha yang kondusif.

"Jadi jika kondisi ekonomi dan politik kondusif maka awal 2018 undisbursed loan bisa turun. Pemerintah harus benar-benar menjaga iklim dunia usaha," ujarnya.


Menurut dia, jika iklim dunia usaha dijaga dan tidak ada kegaduhan menjelang pemilihan Presiden maka pengusaha berani pinjam ke bank.

"Sebaliknya jika muncul kegaduhan, maka undisbursed loan bisa naik lagi," imbuh dia. Saat ini sektor komoditas sudah banyak yang mulai menarik kredit baru, khususnya pertambangan dan sawit.


Dari data uang beredar BI, jumlah kredit per Juli tercatat Rp 4.494 triliun atau 7,9% year on year. Penyaluran kredit didorong oleh kredit modal kerja (KMK), kredit investasi (KI) dan kredit konsumsi (KI). Untuk kredit modal kerja tercatat Rp 2.007 triliun.

(mkj/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed