Follow detikFinance
Selasa 10 Oct 2017, 16:13 WIB

81 WNI Parkir Uang Rp 18,9 Triliun di Guernsey, Kok Bisa?

Hendra Kusuma - detikFinance
81 WNI Parkir Uang Rp 18,9 Triliun di Guernsey, Kok Bisa? Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak menngungkap uang Rp 18,9 triliun yang ditransfer dari Guernsey (Inggris) ke Singapura milik 81 nasabah warga negara Indonesia (WNI). Lantas, kenapa WNI memarkir uang mereka di Guernsey?

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis, Yustinus Prastowo, menjelaskan Guernsey adalah salah satu tax haven di dunia. Wilayah yang masuk dalam tax haven menerapkan tarif pajak rendah atau bebas pajak.

"Iya sebagai tax haven, dekatnya ada Jersey dan keduanya si Channel Island," kata Prastowo saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Selasa (10/10/2017).


Prastowo menjelaskan, tax haven sering disebut juga tax heaven atau surga pajak. Tax haven sebenarnya lebih tepat diterjemahkan suaka pajak, karena merupakan perlindungan dari pengenaan pajak.

Menurut Prastowo, tax haven lahir sebagai konsekuensi meningkatnya tarif pajak. Istilah ini pertama kali muncul ketika banyak wajib pajak di Inggris memindahkan kekayaannya untuk menghindari pajak.


Pasca Perang Dunia I kebutuhan biaya akibat kehancuran ekonomi pasca perang mendorong negara-negara untuk menaikkan tarif pajak agar pendapatan negara meningkat. Tarif pajak pada 1924 bahkan mencapai 72%. Sejak saat itulah tax haven lahir dan tiga kota di Swiss, yaitu Jenewa, Zurich, dan Basel, menjadi pusat penghindaran pajak yang aman.

"Secara umum tax haven didefinisikan sebagai suatu negara atau wilayah yang mengenakan pajak rendah atau sama sekali tidak mengenakan pajak dan menyediakan tempat yang aman bagi simpanan untuk menarik modal masuk," ungkap dia.

Prastowo menambahkan, banyaknya orang yang meletakkan dananya di negara-negara suaka pajak lantaran negara tersebut menawarkan beberapa manfaat. Contohnya, peluang diversifikasi investasi, strategi menangguhkan beban pajak.

Kemudian, perlindungan aset, hasil investasi bebas pajak, offshore banding dengan keleluasaan dan privasi, imbal hasil yang lebih besar, mengurangi beban pajak, menghindari restriksi mata uang, peluang mengembangkan bisnis. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed