Hal ini disampaikan Luhut saat acara gala dinner bertema Voyage to Indonesia 2018 di Hotel Fairmount, Washington, Rabu (11/10/2017) waktu setempat. Acara ini dihadiri oleh ratusan pengusaha, yang lebih dari setengahnya berasal dari AS.
Luhut mengawali pidato dengan bercerita mengenai asal usulnya. Berkarir di dunia militer hingga bisa bergabung ke dalam pemerintahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Luhut, Indonesia adalah tempat yang tepat bagi para pemilik modal. Indonesia kaya dengan potensi Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM), kini dari negara berkembang tengah menuju negara maju.
Maritim menjadi salah satu fokus utama pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Maka berbagai infrastruktur dibangun dengan sangat cepat. Namun Luhut mengakui, pembangunan tersebut tidak cukup hanya dengan dana yang dikelola pemerintah. Diperlukan campur tangan investor.
Ada banyak sektor. Di antaranya pelabuhan, bandar udara (bandara), jalan, pembangkit listrik, minyak dan gas bumi (migas), pertambangan hingga berbagai jenis industri.
Pemerintah telah memangkas banyak hal yang selama ini menghambat investor masuk ke dalam negeri. Begitu juga dengan negosiasi dengan dunia usaha yang selama ini terbengkalai.
Hal tersebut, kata Luhut sudah diapresiasi oleh lembaga pemerintah internasional. Sebut saja label investment grade yang diberikan oleh standard dan poor (S&P).
"Nah sedikit dengan kesamaan saya di militer. Sekarang di pemerintahan saya juga tukang bereskan. Kalau lama-lama (perizinan yang lama) kayak gitu saya yang bereskan," terangnya.
Luhut juga menyampaikan, kondisi ekonomi Indonesia sudah berada di jalur yang benar. Ekonomi bisa tumbuh di atas 5% saat banyak negara berkembang masih saja berjuang melawan resesi. Menurut Luhut, ini tak lepas dari sosok Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
"Siapa yang masih tidak percaya dengan Bu Ani? Hampir semua orang mengakuinya. Saya datang ke Bank Dunia, orang-orang lebih tahu Sri Mulyani dibadingkan Presiden Bank Dunia. Beliau sangat populer," papar Luhut yang disambut tawa dan tepuk tangan tamu.
RI Tuan Rumah Annual Meeting IMF-World Bank 2018
Luhut juga mengajak para pengusaha tersebut datang ke Bali pada Oktober 2018 untuk menghadiri annual meeting IMF-World Bank. Persiapan sudah dilakukan dengan sangat matang, karena menyambut perwakilan dari 189 negara.
Peserta juga bisa menikmati indahnya alam Indonesia. Bukan hanya di Bali, namun ada 10 destinasi wisata yang disiapkan.
"Kita sudah persiapkan semuanya silakan datang ke Indonesia tahun depan," kata Luhut. (mkj/dna)











































