Follow detikFinance
Jumat, 20 Okt 2017 13:11 WIB

Ke Kalbar, Mentan Janjikan Perbaikan Irigasi dan Bibit Jagung

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance
Sanggau - Dalam kunjungan kerjanya ke Kalimantan Barat (Kalbar), Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman berdialog dengan warga. Di sana, Mentan didampingi oleh Bupati Sanggau Paolus Hadi.

Dalam kesempatan itu, warga yang diwakili oleh Paulos meminta kepada Amran untuk bisa membantu produksi hasil pertanian meningkat. Salah satunya, ialah dengan memperbaiki jaringan irigasi.

"Sawah kita ini di areal 120 hektare. Sebenarnya kita punya irigasi Merowi yang sudah lama dibangun, dan masyarakat di sini, mereka mau menyampaikan aspirasi, bahwa irigasi kita ini agak macet. Karena ini areal ini memang jadi tanggung jawabnya provinsi," kata Bupati Andeyanus, di Sanggau, Kalbar Jumat (20/10/2017)

"Kita sudah dorong, bahwa masalahnya adalah sedimensasi, kemudian juga mungkin ada kerusakan sedikit di irigasinya sendiri. Kami sudah setiap tahun mengusulkan, tapi kami sadar mungkin anggaran kita masih terbatas. Dan potensi areal ini kami khawatir, lama-lama berubah fungsinya, karena bisnis sawit di Sanggau lebih menjanjikan," lanjut .

Menanggapi hal itu, Amran meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat untuk memperbaiki sistem irigasi yang ada. Dirinya pun berjanji akan memberikan mesin berat untuk mempermudah PU dalam melakukan perbaikan.

"Untuk irigasi, mana pak Kadis PU? Bisa enggak kalau saya kasih excavator, traktor, nanti bapak kerjain. Selesaikan itu irigasi, turunkan masyarakat ini, pasti mau bantu. Traktor, yang 4 roda, harganya Rp 500 juta untuk 1 unitnya, aku kasih 4. Dengan catatan itu rampung ya. Setuju ya," jelasnya.

Selain itu, Amran juga berjanji untuk memberikan petani di Sanggau bibit jagung untuk 15.000 hektar lahan, yang nantinya bisa memenuhi kebutuhan jagung Malaysia.

"Kabupaten Sanggau aku kasih 10 pompa ya. Apalagi, benih jagung Saudara kita, Malaysia membutuhkan, potensi besar di Malaysia adalah membutuhkan 3,1 juta ton jagung. Beras 1 juta ton lebih. Yang bisa penuhi kebutuhan itu adalah Sanggau. Dari pada beli jauh-jauh dari Pakistan, Vietnam, supaya dekat, dilempar saja sudah ekspor," jelasnya.

"Kita kasih 15.000, tahun lalu 7.000 ton. Bisa tanam 15.000 ton benih? Aku kasih gratis, nilainya itu Rp 30 miliar. Ini persiapan untuk ekspor. Jadi ini kami berikan 15 ribu hektar, gratis benihnya, gratis pupuknya," pungkasnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed