Follow detikFinance
Jumat 20 Oct 2017, 17:47 WIB

Cerita Kapolri Soal Andil Polisi untuk Tingkatkan Investasi

Hendra Kusuma - detikFinance
Cerita Kapolri Soal Andil Polisi untuk Tingkatkan Investasi Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Investasi menjadi salah satu faktor yang tengah didorong pemerintahan kabinet kerja agar pertumbuhan ekonomi nasional dapat melaju lebih tinggi lagi.

Saat ini perekonomian Indonesia tumbuh setiap tahunnya 5%, sedangkan cita-cita pemerintahan Jokowi-JK dalam RPJMN 2015-2019 ditetapkan di level 7%.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, pihaknya memiliki peran dalam mengundang investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Keterlibatan Kepolisian Indonesia dalam mengundang investor masuk adalah memastikan negara ribuan pulau ini aman dari beragam macam konflik serta hal-hal yang membuat investor hengkang.

"Indonesia ada potensi untuk menjadi kekuatan ekonomi. Riset PwC Indonesia bisa jadi no 5 bahkan no 4. Penelitian dari Turki Sait Yilmaz mengatakan sekarang ekonomi masih dipegang AS tapi dia juga biggest debtor. Rusia Jepang Inggris Perancis dan Jerman akan stagnan karena mereka tidak lagi di-support oleh koloni dulu. Yang akan rising adalah China dan India tapi yang menarik second adalah Indonesia, Brasil dan Afrika," kata Tito di Auditorium PTIK, Jakarta, Jumat (20/10/2017).

Menurut Tito, Indonesia merupakan negara yang memiliki mesin pencipta perekonomian yang besar, tergambar dari jumlah penduduk dan sumber daya yang melimpah. Namun, hal tersebut akan menjadi percuma jika stabilitas politik dan keamanan menghambat pertumbuhan ekonomi.

"Jadi Polri perannya penting karena untuk menjaga stabilitas politik, Polri punya jaringan ekstensif sampai desa dengan kekuatan 440,000 di bawah TNI. Polri punya 2 senjata, yaitu senjata sebenarnya senjata api dan senjata hukum. Negara-negara punya sistem berbeda agar tidak terjadi penyalahgunaan dua senjata ini," jelas dia.

Mantan Kapolda Papua Ini juga memastikan bahwa pencurian ribuan sepeda motor tidak akan membuat ekonomi terhenti, namun kerusuhan menjadi momok yang membuat ekonomi terhenti. Sehingga, dia meminta kepada seluruh pejabat Kepolisian agar menjaga stabilitas keamanan dan politik guna mengundang investor betah menanamkan dananya di Indonesia.

Tito menegaskan, dirinya tidak segan akan mencopot para pejabat kepolisian di daerah yang nyatanya menyulitkan investasi masuk.

"Jangan polisi di daerah lihat ada investor datang ini saya bisa dapat berapa, ini yang akan kami copot," ungkapnya.

"Sulawesi Utara sudah capek-capek kepala BKPM undang investor ke sana dikerjain, cari lah masalah imigrasi, masalah tanah Ulayat. Terus kabur lah dia, lapor ke Kadin-nya mereka di sana ini enggak kondusif. Terus enggak investasi nanti kita perlu utang lagi. Ini yang saya titip," sambungnya.

Dia meminta kepada seluruh jajaran kepolisian untuk terus terlibat dalam mengundang investasi ke Indonesia, bahkan dia tidak sungkan akan memberikan penghargaan bagi pejabat polisi di daerah yang mampu mengundang investasi.

"75% kita sudah sukses membantu ekonomi. Kalau mau tambah membantu, memahami masalah pangan, ekonomi, investor, itu sudah 100 nilainya. Yang nilainya 75 ke atas saya kasih reward. Tapi yang salah langkah daerahnya konflik, investor pada kabur nanti akan kami cari orang lain yang lebih tepat," tukas dia. (mkj/mkj)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed