Follow detikFinance
Jumat 20 Oct 2017, 21:35 WIB

BNP2TKI Diminta Kirim 12.097 TKI, Potensi Remitansi US$ 41,3 Juta

Mega Putra Ratya - detikFinance
BNP2TKI Diminta Kirim 12.097 TKI, Potensi Remitansi US$ 41,3 Juta Foto: Dok BNP2TKI
Jakarta - Pada keikutsertaannya yang ke 10 dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke 32 tahun 2017, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mencatat permintaan tenaga kerja Indonesia (TKI) terampil sebanyak 12.092 orang. Dari jumlah sebanyak itu, perkiraan remitansi yang masuk diperkirakan US$ 41.366.832 per tahun.

"TEI yang berlangsung selama lima hari dari 11-15 Oktober 2017 kemarin, BNP2TKI mendapat permintaan sebanyak 12.097 orang TKI terampil dengan proyeksi potensi remitansi yang mencapai US$ 41.366.832 dalam satu tahun," jelas Kabag Humas BNP2TKI, Dr. Servulus Bobo Riti dalam keterangan tertulis, Jumat (20/10/2017).

Sebagai lembaga pemerintah yang fokus pada fasilitasi untuk mempertemukan PPTKIS sebagai supplier dan agensi sebagai buyer, BNP2TKI bermitra dengan sejumlah PPTKIS sebagai mitra dari agency luar negeri. Disamping itu, BNP2TKI juga bermitra dengan mantan TKI yang memamerkan produk berbagai jenis usaha mereka, dan tujuh lembaga pendidikan yang memang fokus pada sektor hospitality, health, information and technology, manufacture, konstruksi, oil dan gas, dan transportasi.

Sektor yang paling banyak mendapatkan permintaan TKI adalah perkebunan. Selama 5 hari berpartisipasi aktif, stand BNP2TKI ramai dikunjungi buyers dari luar negeri dan publik dalam negeri.

Arkamaya Indonesian Culinary Education, adalah salah satu mitra BNP2TKI yang paling banyak didatangi pengunjung. Ragam pihak dari dalam dan luar negeri tampak antusias untuk mengetahui program pelatihan kuliner dari Lembaga Pendidikan Arkamaya yang berlokasi di Dipo Bussiness Center Jakarta.

Pengunjung dapat merasakan cita rasa kuliner yang disiapkan secara gratis dengan berbagai karakter masakan tradisional yang sangat kaya dengan bumbu dan rempah.

Ditambahkan Servulus, ada penurunan jumlah buyers atau negara yang meminta untuk penempatan TKI pada tahun 2017 yang hanya mencapai 10 negara, bila dibandingkan TEI 2016 sebanyak 19 negara. Sekalipun demikian, hal yang menarik adalah sebanyak 8 dari buyers pada TEI 2017 ini adalah merupakan negara-negara baru meliputi Nigeria, Suriname, Romania, Palau, Srilanka, Ceko, Irak, dan Papua New Guinea.

Sedangkan sisanya adalah buyers tradisional yaitu Malaysia dan Arab Saudi. Selama TEI 2017, permintaan pada hari pertama sebanyak 7.735 TKI, hari kedua 3.103 TKI, ketiga 1.250 TKI, keempat sebanyak 4 TKI. Bandingkan dengan total permintaan TEI 2016 yang hanya mencapai 3000-an orang calon TKI.

"Artinya ada peningkatan sekitar 300 persen dari permintaan para buyers yang mencapai 12.092 orang calon TKI apabila dibandingkan capaian TEI 2016 sebanyak 3000-an orang. Permintaan terbanyak pada TEI 2017 ini datangnya dari Malaysia untuk bidang perkebunan atau plantation sebanyak 9.098 orang TKI. Kemudian manufaktur 2.138 orang, konstruksi 558 orang, transportasi 150 orang, dan kesehatan 121 orang," jelas Servulus. (ega/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed