Follow detikFinance
Rabu 25 Oct 2017, 10:42 WIB

Cegah Pungli, Kementan Cetak Penyuluh Pertanian Anti Korupsi

Edzan Raharjo - detikFinance
Cegah Pungli, Kementan Cetak Penyuluh Pertanian Anti Korupsi Foto: Wagub DIY KGPAA Paku Alam X dan Irjen Kementan Justan Riduan Siahaan pada acara pembinaan untuk penyuluh pertanian (Edzan Raharjo))
Yogyakarta - Penyuluh pertanian berada di garda depan dalam membimbing petani. Upaya mewujudkan Indonesia sebagai 'lumbung pangan dunia 2045' juga tidak lepas dari peran para penyuluh pertanian.

Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Yustan Riduan Siahaan mengatakan, penyuluh menjadi penentu kesuksesan program pertanian. Bagaimana peran mereka dalam memberikan pengetahuan pada petani agar tanaman tidak terkena wereng atau hal-hal lainnya.

Para penyuluh memiliki peran penting untuk mewujudkan pelayanan pertanian yang bersih dan bebas pungli untuk mencapai 'lumbung pangan dunia 2045'.

"Pungli biasanya pada pemberi izin. Tapi yang terjadi sekarang misal pada bantuan Alsintan (alat mesin pertanian), ini ada kesempatan untuk ambil pungli dari masyarakat. Kalau masyarakat enggak tahu, kelompoknya enggak mengerti, apakah harus bayar transportasi? Padahal semua gratis, masyarakat yang enggak mengerti dimintai, itukan pungli," kata Yustan Riduan Siahaan pada Pembinaan Integritas Program dan Layanan Pertanian (Protani) di The Rich Jogja Hotel, jalan Magelang, Yogyakarta, Selasa (24/10/2017) malam.

Kegiatan Protani di Yogyakarta ini untuk mencetak penyuluh-penyuluh pertanian yang memiliki integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong. Hal ini untuk mengawal dan mewujudkan modalitas utama untuk menuju lumbung pangan dunia. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan pertanian secara profesional, bersih, dan bebas dari pungli kepada masyarakat petani.

"Anti korupsi jangan dianggap harus uang atau tidak. Dengan mereka bekerja secara benar, itu bermanfaat. Kalau dia tidak memberi manfaat ke petani coba bayangkan. Hanya karena secarik kertas SK-nya dia dibayar tapi nggak berfungsi, itukan korupsi juga," katanya.

Pembinaan Protani di Yogyakarta ini mengundang 400 orang, terdiri dari pimpinan dan mahasiswa STPP se-Indonesia (Manokwari/Papua Barat, Gowa/Makassar, Malang/Jatim, DIY/Jateng, Bogor/Jabar, dan Medan/Sumut. (nwy/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed