Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 26 Okt 2017 14:53 WIB

Banyak Ritel Tutup, Pengusaha: Pemerintah Jangan Diam Saja

Hans Henricus BS Aron - detikFinance
Foto: Muhammad Idris/detikFinance Foto: Muhammad Idris/detikFinance
Jakarta - Setelah 7-Eleven dan Matahari di Pasaraya, kini giliran Lotus Department Store tutup gerai. Bahkan, akhir tahun ini Debenhams juga akan tutup gerai.

Menyikapi masalah ini, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Hariyadi Sukamdani, meminta pemerintah tidak tinggal diam, melainkan segera turun lapangan mencari tahu penyebabnya. Pasalnya, selama ini para pengusaha ritel mengatakan pembeli sepi.

Menurut Hariyadi PR pemerintah adalah mencari tahu kenapa pembeli sepi.


"Jangan diam saja. Mesti dicari sepinya karena apa, apakah karena daya beli turun? Atau karena orang memang menahan belanja, atau pindah ke online," tutur Hariyadi kepada detikFinance, Kamis (26/10/2017)

"Dilihat saja penyebabnya apa, fact finding, melakukan pengecekan di lapangan, apakah karena daya beli turun," lanjut Hariyadi.


Hariyadi menambahkan, selama ini pengusaha ritel mengeluh toko-toko mereka sepi. Alhasil, penjualan mereka turun dan ujungnya mengurangi jumlah gerai.

"Di ritel ini memang berat situasinya, pembelinya turun. Penjualan mereka turun, dengan situasi ini enggan mungkin jual rugi terus-terusan sehingga akhirnya mengurangi outlet," tutur Hariyadi.


Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution menilai tutupnya sejumlah gerai ritel, seperti Matahari Pasaraya hingga Lotus adalah hal yang normal, dan tidak ada kaitannya dengan masalah daya beli.

"Gini, situasi memang sedang berkembang dinamis, ada yang online dan macam-macam. Ada yang terdesak bersaing sehingga ya itu proses yang normal dalam setiap kegiatan perekonomian," katanya saat ditemui di Jakarta, Rabu (25/10/2017). (hns/wdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com