Follow detikFinance
Jumat 27 Oct 2017, 19:11 WIB

Tarif Taksi Online Diatur Pemerintah, Ini Tanggapan Grab

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Tarif Taksi Online Diatur Pemerintah, Ini Tanggapan Grab Foto: Mukhlis Dinillah
Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menerbitkan revisi aturan terkait taksi online dan berlaku pada 1 November 2017 mendatang. Aturan ini mengatur tarif batas atas dan batas bawah, serta berlaku dalam dua wilayah.

Menanggapi hal tersebut, Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan pembatasan tarif tersebut masih terlalu tinggi.

"Dari praktik saat ini, masih terlalu tinggi. Kalau tarif kami kan mengikuti mekanisme pasar, sehingga saat waktu tertentu tarif lebih murah, tapi secara keseluruhan per hari, per minggu, per bulan tergantung ia bekerjanya seperti apa," kata Ridzki dalam konferensi pers di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (27/10/2017).

Dia menjelaskan, mekanisme pasar tersebut mendorong produktivitas karena teknologi yang digunakan. Ridzki mengatakan, terkait promo Grab pihaknya masih terikat dengan peraturan komersial yang telah ditetapkan.

"Kami mohon ada kebijakan di sini, ada transisi karena sudah kami janjikan untuk jangka waktu tertentu. Kami akan lihat bagaimana penyesuaiannya dan kami lihat ke depannya. Kami akan pelajari lagi nanti aturannya," jelas dia.


Dia mengatakan, telah berdiskusi secara aktif dengan pemerintah dan lembaga terkait. "Akhirnya telah diputuskan peraturan pemerintah yang baru, kami mengimbau agar menyikapi masalah ini dengan jernih tidak dengan emosi," ujarnya.

Ridzki menjelaskan, sebagai penyedia teknologi, Grab bisa memberikan fasilitas dan solusi terbaik untuk transportasi yang saat ini sudah konsisten digunakan di seluruh Indonesia. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed