Follow detikFinance
Kamis 09 Nov 2017, 17:06 WIB

Bahas Bisnis dan Investasi, Presiden Korsel Bertemu Pengusaha RI

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Bahas Bisnis dan Investasi, Presiden Korsel Bertemu Pengusaha RI Foto: Dok. Humas Kadin Indonesia
Jakarta - Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in bersama 16 pimpinan perusahaan Korea menggelar pertemuan bisnis yang dikoordinasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Korea Chamber of Commerce & Industry (KCCI). Acara ini berlangsung di Hotel Ritz Carlton Mega Kujinga

Turut hadir dalam forum bisnis tersebut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong hingga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dalam kesempatan ini juga hadir Ketua Komite Tetap Kadin Indonesia Bidang Ketahanan Pangan Franciscus Welirnag dan Chairman CT Corp, Chairul Tanjung.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan Roeslani, berharap kerja sama antar kedua negara bisa semakin erat, utamanya di bidang perdagangan.

"CEO Roundtable yang berlangsung hari ini sangat instrumental untuk mencari jalan dan cara guna mengatasi berbagai hambatan dalam mengembangkan hubungan perdagangan dan investasi kedua negara. Tantangan di hadapan kita adalah bagaimana merubah tantangan menjadi peluang kerjasama yang saling menguntungkan Indonesia dan Korea," tutur Rosan di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, dalam keterangan tertulis, Kamis (9/11/2017).

Menurut Rosan, Indonesia dan Korsel telah membangun hubungan kuat di berbagai bidang, termasuk perdagangan dan investasi. Korsel merupakan investor asing terbesar ketujuh dalam nilai dan investor urutan pertama dalam jumlah proyek di Indonesia.

Presiden Korsel bertemu pengusaha IndonesiaPresiden Korsel bertemu pengusaha Indonesia Foto: Dok. Humas Kadin Indonesia

Selain itu, Korsel merupakan mitra dagang terbesar ketujuh di dunia untuk Indonesia pada 2016.

"Korea tetap merupakan mitra strategis dan pasar potensial bagi Indonesia. Sebenarnya kedua negara masih bisa berbuat lebih banyak untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi antara kedua negara," tutur Rosan.

Sementara itu, Presiden Moon menegaskan, kedua negara, memiliki potensi yang sama-sama saling menguntungkan. Potensi ini bisa dikembangkan untuk meningkatkan kerja sama antar kedua negara di kemudian hari. (ara/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed