Follow detikFinance
Jumat 10 Nov 2017, 09:56 WIB

Sri Mulyani Pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan di Kemenkeu

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Sri Mulyani Pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan di Kemenkeu Foto: Ardan Adhi Chandra-detikFinance
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani pagi ini memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat. Upacara kali ini diikuti oleh ratusan pegawai Kementerian Keuangan.

Upacara dimulai sekitar pukul 07.55 WIB. Dalam memimpin upacara kali ini, Sri Mulyani mengenakan atasan batik dengan celana hitam. Para peserta upacara yang memadati lapangan Kementerian Keuangan juga mengenakan pakaian senada.

Sri Mulyani Pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan di KemenkeuFoto: Ardan Adhi Chandra-detikFinance

Para pejabat Eselon I hingga IV Kementerian Keuangan juga ikut dalam upacara peringatan Hari Pahlawan kali ini. Seluruhnya berbaris rapi di belakang Sri Mulyani.

Upacara dimulai dengan pengibaran bendera merah putih yang dilanjutkan dengan mengheningkan cipta. Selanjutnya dilakukan pembacaan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan pesan-pesan pahlawan oleh petugas upacara.

Sri Mulyani sebagai pembina upacara juga menyampaikan amanatnya dalam upacara kali ini. Ia menceritakan bagaimana perjuangan rakyat Indonesia mempertahankan kemerdekaan kala itu dengan merobek bendera belanda di Hotel Yamato, Surabaya.

"Sepuluh November, 72 tahun lalu di Surabaya terjadi pertempuran isinsiden Hotel Yamato di mana Belanda mengibarkan bendera mereka di puncak hotel. Merah putih biru dirobek rakyat Indonesia menjadi bendera merah putih, bendera Indonesia," kata Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (10/11/2017).

Sri Mulyani Pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan di KemenkeuFoto: Ardan Adhi Chandra-detikFinance

Hari Pahlawan yang jatuh pada hari ini menjadi momen penting untuk terus mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari segala ancaman penjajahan. Teladan para pahlawan mendapatkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia juga harus diilhami.

"Memperingati hari pahlawan dengan meneladani perjuangan pahlawan yang rela berkorban jiwa raga, harta benda untuk menjaga negara dari segala ancaman dari luar dan dari dalam yang dapat melemahkan dan menghancurkan Indonesia," tutur Sri Mulyani.


Ancaman pasca kemerdekaan juga perlu diwaspadai, antara lain ancaman ideologi pancasila, hingga ancaman korupsi.

"Dalam konteks hari ini ancaman melemahkan negara kita dapat berasal dari berbagai penjuru. Ancaman ideologi pancasila, ancaman perubahan iklim yang menyebabkan bencana alam," lata Sri Mulyani. (ara/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed