Follow detikFinance
Senin 20 Nov 2017, 19:24 WIB

Kejar Investasi Rp 1.000 T, DKI Pakai Jaringan Pengusaha Sandiaga

Muhammad Fida Ul Haq, Marlinda Oktavia Erwanti - detikFinance
Kejar Investasi Rp 1.000 T, DKI Pakai Jaringan Pengusaha Sandiaga Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menargetkan investasi Rp 1.000 triliun dalam lima tahun. Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP DKI Jakarta, Edy Junaedi, optimistis target tersebut bisa tercapai.

Salah sat caranya dengan memanfaatkan jaringan pengusaha Sandiaga Uno.

"Caranya multi strategi. Ini bicara tahun depan dulu ya (2018). RP 1.000 triliun yang Pak Sandi sampaikan kan dalam 5 Tahun. Jadi kalau kita break down kan kalau tahun depan sudah fix, kita mulai start di Rp 100 triliun terus naik terus Rp 50 triliun, Rp 100 triliun, Rp 150 triliun, Rp 200 triliun, Rp 250 triliun, Rp 300 triliun, kalau di total kan Rp 1.000 T lima tahun kedepan itu. Tahun depan kita memanfaatkan jaringan beliau lah, Pak Wagub," tuturnya.

Saat ini, lanjut Edy, tanpa memanfaatkan jaringan Sandi sebagai pengusaha, penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) di DKI sudah mencapai Rp 75 triliun. Untuk itu, ia yakin target investasi Rp 1.000 triliun dapat terlaksana.

"Sekarang belum kita pakai jaringan pak wagub saja sudah Rp 75 T tahun ini PMA PMDN," ujarnya.

Edy mengungkapkan, proyeksi pendapatan investasi masih berasal dari bidang properti, jasa, dan transportasi. Selain itu, pariwisata Kepulauan Seribu juga direncanakan akan menjadi salah satu pendulang investasi untuk DKI Jakarta.

"Nah tahun depan yang akan didorong oleh Pak Wagub yang di Kepulauan Seribu. Pariwisatanya," kata Edy.

Sebelumnya, Sandiaga Uno baru saja berpartisipasi dalam acara Investment Corporation of Dubai (ICD) Global Investment Forum di Dubai. Ia menargetkan Investasi Asing di DKI dalam lima tahun hingga Rp 1.000 triliun.

"Saya mau dalam 5 tahun ke depan Rp 1.000 triliun (investasi asing) masuk ke Jakarta, Rp 100 triliun itu tahun depan. Tapi saya ingin masif ke depannya Rp 1.000 triliun masuk untuk ciptakan lapangan kerja padat karya," tutur pria yang akrab disapa Sandi itu di FX Sudirman, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (19/11) (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed