Follow detikFinance
Kamis 30 Nov 2017, 13:58 WIB

Hapus Denda Pajak Kendaraan, Pemprov DKI: Kita Kejar Rp 7,75 T

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Hapus Denda Pajak Kendaraan, Pemprov DKI: Kita Kejar Rp 7,75 T Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mulai hari ini membebaskan atau menghapus denda dari tunggakan pembayaran pajak kendaraan bermotor atau biasa disebut pemutihan. Salah satu tujuannya ialah mengejar target penerimaan pajak kendaraan bermotor.

Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah Pemprov DKI, Edi Sumantri, mengatakan menjelang akhir tahun ini Pemprov DKI terus berupaya mengejar realisasi penerimaan dari pajak kendaraan bermotor (PKB).

Saat ini, Edi mengatakan bahwa pihaknya baru mendapatkan penerimaan dari PKB sekitar Rp 7 triliun, atau sebesar 91% dari target penerimaan yang sebesar Rp 7,75 triliun hingga akhir tahun.


"Sekarang di PKB posisi mencapai 91%, kalau dari posisi Rp 7 triliun sudah masuk. Jadi di bulan Deesember kita harus kejar Rp 750 miliar, sedangkan di bulan Desember itu jam efektifnya tidak seperti bulan-bulan lain, karena banyak libur," kata Edi kepada detikFinance, Jakarta, Kamis (30/11/2017).

Oleh sebab itu Edi mengatakan, Pemprov DKI perlu melakukan upaya agar target PKB dapat tercapai. Salah satu caranya ialah dengan menggelar program pemutihan ini. Selain itu karena Pemprov DKI juga akan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk melakukam razia kendaraan yang menunggak pajaknya.


"Maka kalau enggak ada kegiatan, enggak ada effort, enggak ada upaya, ini agak repot nanti. Jadi kerja keras kita di bulan Desember harus lebih di bulan lain. Kenapa saya bilang ada effort kerja keras, karena seperti di bulan Agustus, kita razia. Mulai Senin kita razia, lalu akan inventarisir pemilik-pemilik kendaraan mewah, kita datangi door-to-door, kita ekspos ke media. Jadi mereka bayar," katanya.


"Seperti di bulan Agustus, kita dapat tunggakan Rp 300 miliar cair. Jadi kalau ini bisa mengulang sukses di bulan Agustus lumayan Rp 750 miliar kekurangan PKB ini bisa terbantu. Kalau saya rencana target 200-300 miliar harus masuk dari yang menunggak," lanjut Edi (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed