Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 01 Des 2017 11:05 WIB

September 2018, Jembatan Kebanggaan Jokowi Ini Membentang di Papua

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Dok. Ditjen Bina Marga dan PUPR Foto: Dok. Ditjen Bina Marga dan PUPR
Jakarta - Pembangunan Jembatan Holtekamp yang dilakukan bersama oleh Kementerian PUPR, Pemerintah Provinsi Papua, dan Pemerintah Kota Jayapura saat ini terus dikebut penyelesaiannya. Saat ini progres pembangunan fisik jembatan terpanjang di Papua itu telah mencapai 78,68%.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan Jembatan Holtekamp di Kota Jayapura ini dapat diselesaikan lebih cepat dari target, yakni pada September 2018 atau lebih cepat dari rencana semula tahun 2019.

"Pembangunan Jembatan Holtekamp tidak banyak mengalami kendala. Sesuai rencana awal akan selesai tahun 2019, namun tengah kami upayakan percepatan penyelesaiannya," kata Basuki dalam keterangan resmi seperti dikutip detikFinance di Jakarta, Jumat (1/12/2017).

Pembangunan Jembatan Holtekamp yang memiliki tipe Steel Box Arch Bridge akan menjadi ikon dan destinasi wisata baru di Papua, khususnya Jayapura.

Jembatan Holtekamp di Jayapura-PapuaJembatan Holtekamp di Jayapura-Papua Foto: Dok. Ditjen Bina Marga dan PUPR

"Kami sudah memiliki desainnya. Ruang Terbuka Hijau akan dibangun di kaki jembatan yang dapat dinikmati masyarakat luas. Selain itu juga bisa dikembangkan untuk olahraga air seperti ski dan dayung," terang Basuki.

Saat ini, konstruksi satu dari dua box baja pelengkung bentang utama Jembatan Holtekamp yang diproduksi di PT PAL Indonesia di Surabaya telah rampung dan siap dikirim dengan kapal secara utuh ke Jayapura untuk dipasang.

Pengiriman box baja pelengkung dengan panjang 120 meter tersebut direncanakan pada hari Minggu, (3/12) mendatang, bertepatan dengan peringatan Hari Bhakti PU ke-72. Sementara untuk pengiriman box baja pelengkung kedua akan dilakukan pada pertengahan Desember 2017.

Jembatan Holtekamp di Jayapura-PapuaJembatan Holtekamp di Jayapura-Papua Foto: Pool

"Umumnya, perangkaian sebuah jembatan dilakukan di lokasi. Namun untuk Holtekamp, perangkaian konstruksi dilakukan di tempat berbeda yaitu di PT PAL Indonesia Surabaya," ujar Basuki.

Dalam pembuatannya, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang digunakan dalam pembangunan jembatan mencapai 95%. Hal ini untuk mendukung peningkatan pemanfaatan dan produksi baja dalam negeri.

Beberapa kelebihan lainnya adalah, ini merupakan jembatan lengkung box dengan bentang terpanjang dan terlebar di Indonesia. Ini juga menjadi pengiriman jembatan utuh terjauh yakni 3.200 km dari Surabaya ke Jayapura dengan perkiraan lama perjalanan yakni 30 hari.

Adapun pertimbangan untuk memproduksi bentang utama di Surabaya adalah untuk mitigasi kegagalan konstruksi bila rangka bentang utama dikerjakan di Jayapura. Pasalnya, kawasan tersebut termasuk kawasan rawan gempa. Sehingga akan meningkatkan aspek keselamtan kerja, meningkatkan kualitas pengelasan dan mempercepat waktu pelaksanaan 3 bulan.

Panjang bentang utama adalah 400 meter ditambah jembatan pendekat 332 meter yang terdiri 33 meter pendekat dari arah Hamadi dan 299 meter dari arah Holtekamp sehingga total panjang jembatan keseluruhan 732 meter. Lebar jembatan adalah 21 meter yang terdiri 4 lajur 2 arah dilengkapi median jalan.

Jembatan Holtekamp di Jayapura-PapuaJembatan Holtekamp di Jayapura-Papua Foto: Pool

Keberadaan Jembatan Holtekamp memiliki nilai strategis, yakni untuk mengatasi kepadatan kawasan perkotaan, pemukiman dan kegiatan perekonomian di dalam Kota Jayapura. Pasalnya, jembatan ini memangkas jarak tempuh hingga 17 kilometer di antara kedua lokasi tersebut.

Hal ini berpengaruh pada waktu tempuh dari Kota Jayapura ke Muara Tami yang akan menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw yang sebelumnya membutuhkan waktu 2,5 jam kini menjadi 60 menit.

Pendanaan pembangunan Jembatan Holtekamp dilakukan melalui anggaran Kementerian PUPR untuk pembangunan jembatan utama, Pemerintah Provinsi Papua mendanai pembangunan Jembatan Pendekat Arah Holtekamp, dan Pemerintah Kota Jayapura mendanai pembangunan jalan pendekat dan pembebasan lahan.

Biaya yang dikeluarkan untuk membangun jembatan di atas Teluk Youtefa ini mencapai Rp 1,7 triliun. Proyek ini dikerjakan kontraktor konsorsium PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), dan PT Nindya Karya. (eds/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com